Ini Dampak Positif Proprov Bali XIV/2019 di Tabanan

Olahraga Tabanan
Foto: Sekretaris Umum KONI Tabanan, I Made Nurbawa.

TABANAN, Kilasbali.com – Proprov Bali XIV/2019 yang berlangsung di Tabanan akan membawa dampak positif bagi keberadaan keolahragaan di Kabupaten Lumbung Beras Bali ini. Pasalnya, penunjang sarana dan prasarana keolahragaan telah di bangun. Di mana sarana dan prasarana itu tidak hanya untuk persiapan Porprov semata, akan tetapi juga keberlangsungan keolahragaan itu sendiri.

Sekretaris Umum KONI Tabanan, I Made Nurbawa menegaskan, dengan adanya Porprov di Tabanan yang mengusung tema “Sport Tourism and Culture”, selain dari segi ketersediaan venues, juga berdampak positif dari sisi perekonomian masyarakat. Khususnya ekonomi kerakyatan. Karena, atlet, pelatih, official, serta supporter dari sembilan kabupaten/kota akan hadir menyemarakan even bergengsi ini.

Dikatakannya, sesuai dengan tema yang diangkat ini, selain dari sisi olahraga, juga diharapkan sebagai ajang promosi potensi pariwisata yang ada di wilayah ini, sebagai upaya untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.

“Melalui Porprov ini, kami ingin mengembalikan marwah olahraga yang membentuk karakteristik generasi bangsa yang positif, baik perilaku ataupun jiwa sportifitasnya,” tuturnya saat ditemui di Tabanan, Selesa (12/8/2019).

Dalam kesempatan itu, Nurbawa juga mengungkapkan bahwa dana yang kelola KONI untuk Porprov sendiri hanya Rp14,550 miliar. Di mana Rp10 miliar dari APBD Tabanan, sedangkan Rp4,550 miliar bersumber dari APBD Provinsi.

Selain itu, KONI Tabanan juga digelontorkan Rp10 miliar yang bersumber dari APBD untuk operasional KONI dan persiapan kotingennya. “Total anggaran yang dikelola KONI Tabanan sebesar Rp.24,550 miliar,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk dana Rp14,550 miliar itu digunakan untuk penyelenggaraan, baik pembangunan fasilitas fisik seperti wallclimbing, criket, atletik, renovasi-renovasi, dan kelengkapan sarana olahraga lainnya. Anggaran itu juga termasuk untuk penyediaan pakean, medali, panitia, komsumsi dan akomodasi wasit juri nasional.

“Anggaran itu juga termasuk untuk seremonial pengambilan api Proprov yang dikirab ke seluruh Bali, gala dinner, pembukaan, dan penutupan,” jelasnya seraya mengatakan, anggaran itu jauh diluar dari dana yang diusulkan untuk Porprov ini.

Menurutnya, untuk mengatisipasi dan meminimalisir pengeluaran, pihaknya melibatkan sebanyak mungkin panitia lokal asal Tabanan. Sehingga dari segi volume dan juga honor dapat ditekan seefisien mungkin.

“Kalau panitianya banyak dari Tabanan, tentunya mereka tidak perlu banyak akomodasi penginapan, bisa tidur di rumah. Langkah ini akan berdampak pada pemberdayaan dan pendidikan managemen olahraga,” pungkasnya. (jus/kb)