Ini Dugaan Identitas Tulang Manusia di Lereng Gunung Batukaru

Peristiwa Tabanan
Foto: Tulang manusia di Lereng Gunung Batukaru, Desa Sanda, Pupuan, Tabanan.

TABANAN, Kilasbali.com – Warga Tabanan kembali digegerkan dengan pememuan diduga tulang belulang manusia berserakan di dalam hutan lindung di Lereng Gunung Batukaru, Desa Sanda, Pupuan, Tabanan.

Dari informasi yang dihimpun pada Jumat, 1 Januari 2020, penemuan itu pertamakali diinfomasikan dua orang warga dari Desa Pujungan, yakni Nyoman Budi dan I Komang Lolik.

Di Kantor Desa Pujungan pada 31 Desember 2020 sekitar pukul 20.00 WITA, mereka menceritakan bahwa sekitar kurang lebih 20 hari yang lalu sempat berburu burung ke hutan.

Saat berjalan kaki sekitar tiga, mereka menemukan tas belanja warna orange, pakaian, sandal dan beberapa tulang yang diduga tulang manusia.

Baca Juga:  Hindari Terpapar Covid-19, Polres Tabanan Ajak Masyarakat Terapkan 3M dan PHBS

Adanya informasi itu, pihak desa segera melaporkan ke Polsek Pupuan agar ditindaklanjuti penuturan warga ini.

Mendapat informasi tentang dugaan temuan tulang manusia, Kapolsek Pupuan AKP I Ketut Agus Wicaksana Juluawan dengan anggota, Perbekel Desa Pujungan I Made Wisnu Wijaya, Ketua Linmas, Kadus Mekarsari, serta dua warga Desa Pujungan langsung menuju TKP di Lereng Gunung Batukaru.

Benar saja, rombongan yang tiba di TKP sekitar pukul 11.00 WITA, menemukan antara lain tas belanja warna orange merk Orange yang berisikan, tas plastik putih berisi dua sabun, pasta gigi, sikat gigi, cermin, sarung bantal warna biru.

Baca Juga:  Sidak Prokes di Kelurahan Sesetan, 2 Orang Diberi Sanksi Sosial

Selain itu, juga menemukan baju kaos hitam bergambar gajah dengan tulisan Thailand, minyak gosok, baju kaos motif garis, baju kaos bertuliskan I Come Shanghai, baju kaos hitam kombinasi krem, serta barang lain yang diduga milik korban.

“Kami menemukan tulang kaki kiri dari betis sampai jari-jari berjarak lima meter dari posisi tas. Tulang rahang bawah dengan tujuh gigi bagian depan sudah tanggal berjarak tujuh meter dari posisi tas, dan beberapa tulang lainnya yang berserakan di sekitar lokasi,” ungkap Kapolsek, Jumat (1/1/2020).

Sementara itu, dari kaos hitam motif gajah dengan tulisan Thailand, dan informasi dari Sekdes Desa Pujunga kepada Kepala Desa Wanagiri Kauh, Selamadeg, I Gede Diatmika menemukan dugaan indentitas korban.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Pembunuhan di Sanur, Pelaku Ternyata Mantan Pacar Korban

I Nyoman Sunara yang mengaku sebagai kakak kandung dari korban dengan membawa selembar kertas bertuliskan dicari orang hilang datang Kepolsek Pupuan.

Iapun menuturkan bahwa orang tersebut bernama I Made Subawa alias Pan Soma, berjenis kelamin laki-laki, 60 tahun, alamat Desa Wanagiri Kauh, Selemadeg.

Menurutnya, korban meninggalkan rumah pada hari Senin tanggal 2 Nopember 2020. Di mana korban sudah enam kali meninggalkan rumah, dan ditemukan oleh keluarga di hutan, karena memiliki penyakit halusinasi. (jus/kb)