Ini Laporan Sementara Akibat Gempa

Denpasar Peristiwa
Foto/ist: Dampak gempa.

DENPASAR, Kilasbali.com – Dampak Gempa Mag: 5.8 di Barat Daya Bali pada 16 Juli 2019 08:18:36 WITA dengan lokasi: 9.11 LS 114.54 BT (83 km Barat Daya Nusa dua-Bali), kedalaman: 68 Km, tidak berpotensi tsunami.

Kalaksa BPBD Prov Bali, I Made Rentin mengatakan, dari hasil koordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota se-Bali pada pukul 14.00 WITA, akibat gempa tersebut, terdapat 28 laporan kerusakan bangunan.

Di Jembrana, dampak gempa menyebabkan kerusakan di SD 1 Yeh Sumbul dan SMP 5 Mendoyo. Di Buleleng satu rumah roboh di Banjar Kelod, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, dan satu rumah rusak di Desa Depeha, Kubutambahan. Di Tabanan, angkul-angkul apit surang roboh Banjar Nyuh Gading, Mundeh, Selemadeg Barat. Bangli, Karangasem, dan Klungkung gempa dirasakan, dan dampak gempa masih dilaporkan nihil.

Di Gianyar dampak gempa yang sudah tercatat terjadi pada plafon pada bangunan Rutan/Lapas Gianyar jebol, dan ornamen pada atap gedung DPRD Kabupaten Gianyar patah dan beberapa genteng pecah.

Di Badung, gempa menyebabkan kerusakan di SD Negeri 1 Ungasan, Kantor Camat Kuta, SD 11 Jimbaran, Gapura ITDC, Hotel Mercure Nusa Dua, Alfamart di Jalan Bali Cliff No.48 Ungasan, Kuta Selatan, SMPN 5 Kuta Selatan, SMPN 2 Ungasan, SMP Negeri 2 Kuta Selatan, Kantor Camat Kuta Selatan, bangunan rumah mengalami kerusakan akibat gempa di Br. Sukajati Desa Taman Abiansemal Badung, Pelinggih Bapak Muada (SD Negeri 1 Ungasan Kutsel), SD 3 Ungasan, genteng SDN 5 Dalung Kuta Utara,SDN 5 Ungasan, SDN 1 Tuban, SDN 2 Tuban, Gedung Serbaguna Desa Adat Tuban, Banjar Tuban Griya, dan Kantor Bea Cukai Tuban.

Sedangkan di Denpasar dampak gempa menyebabkan Pura Lokanatha Lumintang, beberapa bata merah ada yang runtuh/terlepas, dan masih dilakukan pengecekan lebih detail.

Untuk sementara, dampak gempa nihil korban jiwa. Kedatipun demikian, gempa ini juga menyebabkan lima orang korban yang mengalami luka-luka. Yakni: tiga korban luka di SD 1 Ungasan, Badung yand terdiri dari 2 siswa, dan 1 guru yang menderita luka di bagian kepala, serta dua korban luka di di SMPN 5 Mendoyo, Jembrana yakni 1 orang luka lecet, dan 1 orang pingsan.

“Hasil koordinasi dengan Humas Otoritas Bandara Ngurah Rai, operasional tetap berjalan normal. Begitu juga dengan katifitas masyarakat dan kegiatan di Bidang Pariwisata tetap berjalan normal,” jelasnya seraya mengatakan, saat ini tim BPBD sedang melakukan pendataan dan assesment di lapangan. (rls/kb)