Ini Penuturan Korban Tenggelam di Pantai Delod Berawah

Jembrana Peristiwa
Foto: Korban saat ditolong oleh warga.

JEMBRANA, Kilasbali.com – Empat korban terseret arus dan tenggelam di pantai Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo pada Manis Kuningan, Minggu (4/8/2019) petang, dipastikan selamat usai menjalani perawatan medis di Puskesmas II Jembrana di Desa Air Kuning, Jembrana.

Keempat korban ini merupakan warga Lingkungan Delod Bale Agung, Kelurahan Tegal Cangkring, yakni I Ketut Setiawan (46) bersama anaknya, I Kadek Yoga Adi Saputra (14), serta dua orang keponakannya, I Kadek Nanda Wiguna (10) dan Umar (14).

I Ketut Setiawan menuturkan kejadian itu terjadi sekitar pukul 18.00 WITA. “Mandinya baru mulai sekitar pukul 17.20 WITA,” ujarnya, Senin (5/8/2019).

Ia mengaku sempat mengamati kondisi air laut dan melihat ada tiga titik pusaran air di sekitar selatan Kolam Renang Delod Berawah. “Saya sempat berpesan kepada anak dan kedua keponakan agar tidak mendekati titik pusaran air dan tetap mandi di belakangnya,” ujarnya.

Mereka tidak mengalami kendala apapun saat mandi pada jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai. Bahkan sempat kembali kepantai untuk istirahat selama sekitar 15 menit.

Namun saat kembali mandi sekitar pukul 18.00 WITA, mereka terseret arus semakin ke tengah laut. Ia pun saat itu berusaha menyelamatkan anggota keluarganya itu bahkan hingga menenggelamkan dirinya dalam pusaran air laut.

“Kalau keponakan saya, Nanda Wiguna, bisa saya tolong dengan berenangdan butuh waktu sekitar 10 menit. Tapi anak saya, sampai sekitar 20 menit, karena tidak bisa saya peluk, saya dorong perlahan dengan cara terpaksa harus beberapa kali menenggelamkan diri,” tutur sopir kontruksi di Gianyar ini.

Ia pun sempat saya teriak minta tolong. Namun karena merasa sudah lemas, setelah sempat dua kali diombang-ambing ombak, ia langsung pingsan dan beruntung terbawa ombak kepinggir. Ia pun mengaku sangat lemas saat baru tesadar.

Warga yang saat itu memadati objek wisata itu langsung melarikannya ke Puskesmas II Jembrana di Desa Air Kuning. Bahkan saat dibawa ke Puskesmas, dirinya pun dinyatakan masih harus diberikan oksigen.

Setelah menjalani perawatan medis dan obeservasi hingga beberapa jam, keluarga korban terseret arus ini baru diperbolehkan pulang ke rumah memasuki Minggu malam.

Bahkan ia mengaku hingga Senin kemarin masih merasakan kodisi tubuhnya belum pulih setelah selamat dari kejadian naas dihari raya tersebut. “Ya kemarin malam sudah boleh pulang. Tetapi, masih agak lemas. Pinggang sama perut juga terasa masih agak sakit, karena mungkin otot keram. Sukurnya, semua berhasil selamat” paparnya.

Pasca kejadian yang sempat menggegerkan pengunjung termasuk membuat syok pihak keluarga tersebut, menurutnya pihak keluarga juga telah menggelar upakara dilokasi kejadi. “Tadi pagi, kami juga sudah langsung melakukan ritual panebusan di lokasi,” tandasnya. (gus/kb)