Isolasi Terpusat PasienTurunkan Klaster Keluarga

Gianyar News Update
Foto : Petugas saat menjemput warga untuk menjalani isolasi terpusat

GIANYAR, Kilasbali.com – Isolasi mandiri (isoman) yang diterapkan dalam beberapa bulan terakhir ruoanya telah memicu lonjakan munculnya klaster keluarga di Kabupaten Gianyar. Kini setelah aparat Kepolisian, TNI dan instansi terkait  mewajibkan warga terpapar menjalani isolasi terpusat, signifikan menurunkan angka Pasien Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Gianyar per 23 Agustus 2021, jumlah tempat tidur pasien covid-19 di Rumah Sakit se-Kabupaten Gianyar, mengalami penurunan 19,6 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 87 persen.

“Saat ini jumlah pasien covid-19 yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Gianyar sudah melandai. Hal ini bisa terjadi karena penerapan isolasi terpusat oleh Pemkab Gianyar,” klaim
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Gianyar yang juga Dirut RSUD Sanjiwani Gianyar, Dokter Ida Komang Upeksa, Senin (23/8/2021).

Baca Juga:  Genjot Vaksinasi, Gerindra Bali Support Program LDII dan Polresta Denpasar

Disebutkan, secara angka jumlah pasien covid-19 masih berkisar 200an orang. Namun demikian, pihaknya bersyukur saat ini tidak terjadi lonjakan pasien seperti sebelumnya. “Di mana pada bulan Juli 2021, pasien terus meningkat. Bahkan pihaknya sampai harus merawat pasien di UGD, hal ini terjadi di RSUD Sanjiwani,” ungkapnya.

Lanjutnya, ketika sistem isolasi masih bersifat mandiri, penyebaran covid-19 di klaster keluarga sangat rentan. Hal itu tterlihat dari data Juli lalu, jumlah pasien yang dirawat di RS sebagian besar merupakan klaster keluarga.

“Sekarang sudah sedikit menurun, meski  klaster ini masih cukup banyak  yang memicu paparan covid-19 adalah klaster keluarga. Sebab, meskipun selama ini ada kegiatan upacara dan aktivitas perkantoran masih tetap jalan. Namun sebagian masyarakat terpapar di rumah tangganya. Hal itu dikarenakan di rumah tangga, penerapan protokolnya rendah. Hampir tidak ada yang memakai masker saat berada di rumah. Kembali ke keluarganya masing-masing rentan membawa oleh-oleh virus ini. Terlebih banyak yang di rumah tidak ada yang pakai masker,” ujarnya.

Baca Juga:  Penertiban PPKM Level 3 di Kelurahan Panjer, Tim Yustisi Jaring 17 Orang Pelanggar Prokes

Sedangkan setelah penerapan  isolasi terpusat di hotel di kawasan Ubud, dipastikan diawasi ketat. Dimana di tempat isoter ini, mereka yang tengah menjalani isolasi terpusat, diajak untuk menerapkan perilaku hidup sehat. Yakni berolahraga secara rutin dan makan makanan yang sehat.

“Memang tempat isolasi berpusat Gianyar saat ini sedamg  penuh. Namun tidak ada antraian. Sebab ketika penuh, masyarakat diarahkan ke tempat isolasi yang disediakan Pemprov Bali,” pungkasnya. (jus/kb)