Jaya Negara dan Agus Arya Wibaw Ngaturang Bhakti dalam Puncak Piodalan Pura Sakenan

Denpasar Seni Budaya
Jaya Negara dan Agus Arya Wibaw Ngaturang Bhakti dalam Puncak Piodalan Pura Sakenan

DENPASAR, Kilasbali.com – Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara serta Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Kabag Kesra Made Raka Purwantara, Camat Denpasar Selatan Wayan Buda serta OPD terkait lainnya ngaturang bhakti dalam Karya Pujawali di Pura Sakenan yang Puncak Karya jatuh pada Rahina Kuningan, Sabtu (24/4/2021).

Pelaksanaan Piodalan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan diawasi oleh para pecalang.

Rangkaian Upacara Piodalan diawali dengan sesolahan Tari Rejang Renteng, Tari Baris Tombak, Topeng Penasar serta Topeng Sidhakarya.

Baca Juga:  Tim Yustisi Denpasar Jaring 9 Orang Pelanggar Prokes

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan pelaksanaan piodalan ini sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk menciptakan kerahayuan jagat, serta diharapkan masyarakat khususnya Kota Denpasar untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam melaksanakan persebahyangan dikarenakan masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Pelaksanaan persembahyangan kali ini tentu sedikit berbeda dibanding sebelumnya, hal ini mengingat bhakti piodalan di Pura Sakenan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga penerapan protokol kesehatan wajib dilaksanakan dengan tidak mengurangi makna dalam prosesi,” ujar Jaya Negara.

Prawartaka Karya, IB Gede Pidada mengatakan pelaksanaan Pujawali di Pura Sakenan kali ini tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni pemedek wajib menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengutamakan prilaku hidup bersih dan sehat, serta menyarankan bagi pemedek dengan gejala klinis untuk beristirahat di rumah. Kendati menerapkan protokol kesehatan, Pujawali dilaksanakan dengan tidak mengurangi makna yang terkandung dalam upacara.

Baca Juga:  Jaga Citra Pariwisata Budaya, Kadisparda Bali Nilai Deportasi Langkah Menjaga Nama Baik Bali

“Secara tatwa pelaksanaan upakara tetap sama, hanya saja tata pelaksanaanya menggunakan protokol kesehatan mengingat saat ini masih di masa penanganan pandemi Covid-19,” ujarnya.(kb/rls)