Jegog Dangin Tukadaya Tampil di PKB

Denpasar Seni Budaya
Foto: Jegog Dangin Tukadaya.

DENPASAR, Kilasbali.com – Tepat pukul 14.00 WITA Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu (6/7/2019) penuh sesak penonton lokal hingga mancanegara yang antusias melihat pertunjukan seni Jegog persembahan Desa Dangin Tukadaya, Kabupaten Jembrana.

Tidak semua masyarakat di Bali mengenal adanya kesenian Jegog yang menjadi salah satu kesenian yang khas dari Kabupaten Jembrana memiliki keistimewaan tersendiri.

“Jegog itu terisnpirasi dari bambu yang terhempas oleh tiupan angin, karena menghasilkan alunan musik yang indah dan enak didengar, karena itulah dibuat alat musik,” tutur Ida Bagus Dedi Sastrawan (40) selaku penanggung jawab Jegog Madu Suara.

Menurut Dedi, Jegog biasanya digunakan untuk mengiringi upacara pernikahan dan penyambutan.

Pementasan Jegog kali ini menampilkan tabuh Truntungan yang berjudul Sunari Ing Wana.

“Yang diisi saat ini ada alat musik yang bernama barangan, lalu dibelakangnya kancil, selanjutnya suwir, disamping itu namanya kentung. Lalu yang paling besar itu namanya Jegog, ” jelas Dedi sambil menunjuk masing-masing alat musik.

Jegog yang tampil kali ini mengiringi empat tarian diantaranya, Tari Mekepung, Semara Guna, dan Tari Bakti Marga Tarian.

Penonton pun ikut antusias menyaksikan penampilan dari Desa Dangin Tukadaya, Kabupaten Jembrana. Beberapa wisatawan asing di ajak untuk ikut menari di atas panggung diselingi dengan tawa yang terselubung di balik ekspresi yang dikeluarkan.

Sontak bingung mengenai gerakan yang akan dikeluarkan, para wisatawan asing memperagakan tarian oleh para penari, Dedi mengungkapkan bahwa hal itu memang sengaja dilakukan karena juga bisa dijadikan sebagai awal perkenalan mengenai seni tari yang ada di Bali. (kb)