Jepang Tutup Pintu, Ratusan Pekerja Magang Tertunda

Gianyar
Foto: Pimpinan LPK Mentari Asa Bali, Nyoman Artawa Putra

GIANYAR, Kilasbali.com – Lantaran paparan Covid-19 di Indonesia masih mengganas, sejumlah negara termasuk Jepang pun melakukan kebijakan ‘tutup pintu’ terhadap Warga Negara Indonesia (WNI).

Kondisi ini membuat ratusan tenaga kerja magang (belajar sambil bekerja) ke Jepang, harus menunda keberangkatan.

Dari jumlah itu, sedikitnya 50 orang lebih pekerja magang dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mentari Asa Bali, Gianyar yang sudah diterima oleh perusahaan harus menunda keberangkatannya.

Padahal program magang ke Jepang ini, kini sedang dijadikan alterntif di tengah sempitnya peluang kerja di tengah pandemi. Mereka pun kini terpaksa menunggu keberangkatan ini sudah memiliki kontra kerja dan izin tinggal di Jepang.

“Mereka hanya belum mengantongi visa karena bandara setempat masih tutup,” ungkap Pimpinan LPK Mentari Asa Bali, Nyoman Artawa Putra, Selasa (3/8/2021).

Disebutkan, di lembaganya ada 51 orang pekerja yang sudah diterima oleh perusahaan di Jepang. Sementara puluhan bahkan bisa ratusan pekerja lainnya dari lembaga lainnya juga dipastikan mengalami kendala yang sama.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Dorong Alih Teknologi Perikanan di Tabanan

Padahal kontrak dan COE (izin tinggal) sudah lengkap. Hanya tinggal mengurus visa, karena penerbangan ke Jepang masih belum dibuka, jadi untuk melanjutkan pengurusan vira ke Jepang belum bisa dilayani konsulat Jepang di Denpasar.

“Mereka terdiri dari berbagai bidang pekerjaan, di antaranya perawat lansia, pelayan restoran, pekerja di bidang pengolahan makanan hingga pertanian,” terangnya.

Syukurnya, para pekerja telah memahami situasi ini. Terlebih, ini adalah kebijakan Jepang yang melarang warga negara lain termasuk Indonesia masuk ke negaranya.

Baca Juga:  Tak Hanya Pengelepan Mobil, Ternyata Pelaku Ini Sindikat Pemalsu Dokumen

“Mereka sudah memahami, mereka juga sudah zoom meeting dengan user di sana, mereka diberi pemahaman harus menunggu sampai penerbangan buka,” katanya.

Meskipun puluhan pekerja belum bisa berangkat karena pandemi. Artawa mengungkap, tidak ada peserta didik yang membatalkan pendidikan.

Justru, kata dia, jumlah peserta didik tujuan Jepang mengalami peningkatan. Karena dipastikan tidak ada yang membatalkan untuk pelatihan. Malahan jumlahnya makin banyak.

Baca Juga:  104 Pasien Covid-19 Sembuh di Kota Denpasar

“Karena mereka berpikir jika hanya menunggu pariwisata Bali, itu tentu akan lama. Karena itu mereka pun memilih untuk keluar negeri,” ujarnya.

Sementara yang kini menjalani pelatihan di Kabupaten Gianyar 40an orang. Sementara di cabang Bangli 138 orang.

Selain menjadi agen resmi penyalur pekerja ke Jepang, Artawa mengatakan, pihaknya juga kerap membantu para pekerja asal Indonesia yang mencari tempat kerja baru.

“Kita juga banyak membantu anak yang masa kerjanya habis, kita carikan tempat kerja lain di sana,” pungkasnya. (ina/kb)