Jukung Nelayan yang Dihempas Badai Ditemukan

Peristiwa Tabanan
Penemuan jukung di Pantai Tampih Kanginan, Desa Pangkung Tibah, Kediri, oleh Nelayan Tampih Kawan Wana Saputra
  • Pelantikan Bupati Jembrana

  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021

TABANAN, Kilasbali.com – Jukung nelayan yang hilang saat dihempas badai di laut Pantai Pasut akhirnya ditemukan. Jukung ini ditemukan di laut Pantai Tampih Kangin, Jumat (22/1/2021) malam, sekitar pukul 22.20 WITA.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa (Sadam) mengatakan, hilangnya jukung nelayan itu di-share melalui media sosial facebook.

“Astungkara jukung yang tenggelam dan hilang di selatan Pantai Pasut, Kerambitan, ditemukan oleh nelayan kita di Pantai Tampih Kanginan, Desa Pangkung Tibah, Kediri, oleh Nelayan Tampih Kawan Wana Saputra,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Sampaikan Pidato Perdana di Depan Sidang Paripurna DPRD Tabanan

Seperti diberitakan sebelumnya, cuaca ekstrim yang belakangan ini melanda Bali, khususnya di Tabanan, hampir saja memakan korban.

Seperti halnya yang terjadi pada nelayan yang melaut di Perairan Pantai Pasut, Tabanan, Jumat (22/1/2021) pagi.

Dari informasi yang dihimpun, perisitiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WITA. Sadam menuturkan, pagi harinya sebelum kejadian cuaca sangat bagus.

“Dari penuturan nelayan, saat hujan reda jam 08.30 WITA dan cuaca bagus, para nelayan Tabanan melaut di sekitaran perairan Pantai Pasut,” tuturnya.

Baca Juga:  Prosentase Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Capai 90,67 Persen

Namun saat melaut, lanjut dia, tiba-tiba mendung tebal datang, isyarat terjadi hujan dan biasanya disertai angin kencang.

Dan benar saja, sekitar pukul 10.00 WITA, terjadi hujan lebat di tengah laut yang disertai angin kencang. Badai pun terjadi, gelombang laut naik tinggi.

Nelayan saat diterjang badai yang menyebabkan jukungnya tenggelam

“Jukung yang di naiki nelayan kebetulan sedang angkat jaring, kemudian diterjang gelombang tinggi dan air memenuhi jukung,” lanjut Sadam.

Melihat hal tersebut, kata Sadam, para nelayan terdekat yang juga ikut melaut segera melakukan pertolongan.

Baca Juga:  Pangdam Buka Diklatnis Alih Golongan PNS Kodam IX/Udayana

Korban I Putu Angga Winata, 28, asal Banjar Dinas Payan, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan ini dari Kelompok Nelayan Soka, kemudian diberikan life jacket dan ditolong naik ke jukung nelayan lainnya.

Sedangkan jukung korban diikat dengan tali agar tidak hanyut terbawa arus. Namun akhirnya hilang juga karena kerasnya arus laut.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh nelayan yang peduli dengan rekannya yang terkena musibah,” tandasnya. (kas/kb)