Kapolresta Denpasar; PKM Dukung Pengurangan Gangguan Kamtibmas

Denpasar
Hari Pertama PKM, Pos Uma Anyar Putar Balik 22 Kendaraan

DENPASAR, Kilasbali.com – Beragam kalangan memberikan dukungan penuh untuk mensukseskan pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar. Kali ini dukungan datang dari Kapolresta Denpasar, AKBP Jansen Avitus Pandjaitan.

Orang nomor satu di jajaran Polresta Denpasar ini menyebut PKM memberikan dukungan terhadap pengurangan gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Kapolrestaa Denpasar, AKBP Jansen Avitus Pandjaitan, Senin (18/52020) menjelaskan pelaksanaan PKM di Kota Denpasar bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat selama penanganan Covid-19. Sehingga masyarakat mulai terbiasa, khususnya dalam penggunaan masker, social distancing dan penerapan protokol kesehatan.

“Kita harus memastikan bahwa masyarakat yang berlalu lalang memiliki kepentingan yang jelas, serta mampu mendisiplinkan masyarakat dengan membiasakan diri menggunakan masker dan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Cegah Covid-19 di Taman Kota Lumintang dan Pasar Wangaya

Lebih lanjut dijelaskan, dengan pelaksanaan PKM yang telah berlangsung selama empat hari ini, pihaknya melihat secara umum gangguan kamtibmas terdapat penurunan, dimana masyarakat berperan serta memastikan bahwa semua disiplin dalam mengikuti arahan pemerintah.

“Prinsipnya adalah dari awal sudah kita jelaskan bahwa Polri dalam hal ini sangat mendukung. Dan saat Kepolisian RI sudah melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat dan Aman Nusa, kami ada beberapa pos penyekatan dan pos pengamanan di empat titik lokasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Dua Pasien Berusia di Atas 70 Tahun Meninggal Dunia
Kapolrestaa Denpasar, AKBP Jansen Avitus Pandjaitan

Jansen memastikan bahwa Polri yang bersinergi dengan Pemkot Denpasar telah melaksanakan tugas dengan baik. Sehingga, dari kegiatan ini diharapkan memastikan masyarakat disiplin serta dapat meminimalisir keresahan di masyarakat.

“Diharapkan masyarakat memahami makna PKM ini adalah untuk mendisiplinkan masyarakat dalam mencegah covid 19. Karena hanya dengan bergotong royong atau bekerja sama seluruh elemen masyarakat wabah covid-19 ini dapat kita atasi bersama,” paparnya.

“Dan dengan pelaksanaan PKM ini tentu dapat mempersempit peluang bagi mereka yang hendak menciptakan gangguan kamtibmas di masyarakat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, selain 70 personil yang sudah disiagakan, pihaknya juga menambah 34 personel untuk pelaksanaan patroli dan penjagaan di pos perbatasan. Jansen berharap kedisiplinan masyarakat ini dapat tumbuh sendiri tanpa harus adanya sanksi yang tentunya akan diberikan kepada masyarakat yang tidak mengindahkan.

Baca Juga:  Pilkada Serentak di Provinsi NTT, Pangdam IX/Udayana Terima Paparan Danrem 161/WS

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini masyarakat dapat lebih sadar bahwa dengan bekerja sama dan bergotong royong wabah covid-19 ini dapat segera kita atasi bersama, pesan kami mari kita bersama sama memastikan bahwa kita disipin dalam mengikuti anjuran pemerintah, sehingga kita mampu melawan Covid-19 ini, mari disiplin dan patuhi imbauan pemerintah,” pungkasnya. (ina/kb)