Kasus Pasien Meninggal Tak Semuanya Kormobid, Satgas Jembrana Himbau Disiplin Prokes

Jembrana News Update
ilustrasi/net

JEMBRANA, Kilasbali.com – Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Jembrana telah mencapai 30 orang per hari ini, Minggu (10/1/2021).

Teranyar Kepala Kantor Kementerian Agama Jembrana, I Made Sudarmita meninggal dunia pada Minggu dini hari.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha dikonfrimasi Minggu kemarin mengakui adanya penambahan pasien covid-19 asal Jembrana yang meninggal dunia tersebut.

Pasien asal Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana meninggal dunia diusia 56 tahun saat menjalani perawatan di RSPTN Unud Denpasar.

Baca Juga:  Tekan Covid-19, Dauh Puri Kangin Gencarkan Penyemprotan Disinfektan dan PPKM

Sebelum di rujuk ke RSPTN Unud Denpasar, pasien rujukan dari salah satu rumah sakit swasta di Jembrana ini juga sempat mendapat perawatan di RSU Negara sejak Minggu (27/12/2021) lalu dengan keluhan sesak dan batuk.

“Sudah sekitar 10 harian lalu saya menerima informasi pasien masuk RSU Negara. Memang setelah di screening, test swabnya positif,” ujarnya.

Menurutnya dalam perawatan di RSU Negara, pasien mengalami penurunan kadar oksigen, di bawah saturasi oksigen nomal 50 persen. Akhirnya pasien dirujuk ke RSPTN Unud Denpasar pada (1/1/2021) lalu.

Baca Juga:  Tim Yustisi Jembrana Jaring 19 Pelanggar Prokes, Dua Disanksi Rp100 Ribu

Ia mengakui sempat mendapat kabar dari istri pasien jika kondisinya sempat membaik.

Namun pada Sabtu kondisnya kembali drop hingga membutuhkan donor darah plasma dan Minggu dini hari pihaknya menerima informasi pasien meninggal dunia. “Beliau meninggal dunia pukul 00.15 WITA,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan yang dimiliki pihaknya, ia menyebut dari jumlah pasien terkonfirmasi covid-19 yang meninggal dunia tersebut, tidak semua memiliki riwayat penyakit penyerta (comorbid).

Baca Juga:  Desa Pangkung Karung Disemprot Disinfektan

Kata dia, yang memiliki riwayat komorbid 52 persen. Bisa disimpulkan, bahwa covid-19 ini bisa juga beresiko menimbulkan kematian bagi yang tidak memiliki komorbid.

48 persen tidak memiliki riwayat penyakit penyerta. Pihaknya pun meminta masyarakat untuk disiplin menerapakan protokol kesehatan.

“Artinya harus kita waspadai, jangan dipandang remeh, utamanya dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin,” tegasnya. Pasien covid-19 meninggal dunia menurutnya didominasi usia lanjut. (gus/kb)