Kasus Pencabulan Sang Pengawas Panti, CDL Ternyata Sempat Hamil

Tabanan
Foto: Tersangka saat diperiksa petugas kepolisian.

TABANAN, Kilasbali.com – CDL (16) anak di bawah umur yang menjadi korban tindakan biadab tersangka RS (37), sang pengawas panti asuhan di Kediri, Tabanan ternyata juga sempat hamil. Namun oleh tersangka akhirnya hamilnya korban itu digugurkan.

Dari informasi yang dihimpun, korban awalnya datang ke Bali dengan diantar ibu kandung tersangka untuk bersekolah pada Bulan November 2014 silam. Korban inipun tinggal di Panti Asuhan di Kediri, Tabanan. Namun sekitar bulan Juli di tahun 2016 lalu, korban yang saat itu sedang sendiri di panti dipanggil oleh tersangka, dan mengajak korban ke dalam kamar serta meminta korban untuk memijat dirinya.

Saat sedang memijat tersebut, tersangka merayu dan mengajak korban untuk berhubungan badan. Namun korban menolak dan mencoba untuk kabur. Saat hendak keluar kamar, tersangka menarik tangan korban dan melemparkan korban ke atas kasur. Saat itulah diduga terjadi pemaksaan terhadap korban untuk berhubungan badan layaknya suami istri.

Kemudian sekitar bulan April 2018, setelah korban tidak menstruasi lagi, korban diajak kakak ipar tersangka ke dokter kandungan di Apotek Mawar Tabanan, dan setelah di cek dinyatakan positif hamil. Kemudian korban kembali ke panti, lalu korban disuruh menggugurkan kandungan oleh tersangka dengan alasan apabila korban masih ingin sekolah disini. Karena korban takut dan diancam oleh tersangka sehingga korban menuruti semua kemauannya.

Selanjutnya sekitar bulan Juni 2018, tersangka menelpon seorang dokter dan mengatakan bahwa ada anaknya yang hamil dengan pacarnya dan meminta agar bisa dibantu untuk mengugurkan kandungannya.

Setelah itu korban diajak ke dokter di sekitar daerah Renon Denpasar untuk mengecek kandungan dan diberikan obat untuk mengugurkan kandungannya. Setelah minum obat tersebut belum juga mengalami keguguran dan korban merasa kesakitan lalu korban kabur ke rumah temannya di Banjar Dajan Tenten, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan dan menginap disana selama satu malam sambil menceritakan tentang apa yang dialaminya.

Setelah itu, korban dicari oleh kakak ipar pelaku untuk pulang ke panti. Setelah korban minum obat kurang lebih dua minggu, korban belum juga keguguran lalu korban diajak lagi ke dokter tempat berobat sebelumnya selanjutnya korban diantar oleh dokter tersebut ke dokter lain lagi yang ada di sekitar daerah Renon Denpasar untuk menggugurkan kandungannya dan saat itu kandungan korban di kuret oleh dokter ini.

Kemudin sekitar bulan Nopember 2019 karena ada permasalahan antara korban dan kakak iparnya tersangka yang selalu memarahi korban dan menyalahkan korban dianggap sudah merusak rumah tangga orang lain, lalu korban di koskan oleh tersangka di belakang Sekolah Bintang Persada Tabanan di daerah Desa Dauh Peken Tabanan kurang lebih selama dua bulan. Namun korban tidak tinggal menetap di mana korban bolak balik kadang di panti kadang di rumah kos.

Saat korban ada di rumah kos, korban dua kali dipaksa untuk melakukan hubungan badan oleh tersangka. Kemudian sekitar akhir Desember 2019, korban pindah dari rumah kos dan tinggal menetap di Panti Asuhan. Setelah itu korban masih sering dipaksa untuk melakukan hubungan badan oleh tersangka hingga sekitar pertengahan bulan Januari 2020. Karena korban sudah tidak kuat dan merasa tertekan kemudian pada hari kamis tanggal 30 Januari 2020, korban kabur ke rumah temannya.

Korban pun menceritakan tentang apa yang dialami, kemudian pada hari Rabu tangal 5 Februari 2020 korban masuk sekolah kemudian dan disuruh ke ruang guru dan saat itu bertemu dengan ibu bagian kesiswaan. Korban menceritkan permasalahannya ke guru tersebut dan selanjutnya korban disarankan untuk melaporkan ke Polres Tabanan. Atas kejadian tersebut korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tabanan untuk proses lebih lanjut.

Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu Made Budiarta akan segera melakuka pemeriksaan terhadap laporan korban tersebut. Menurutnya, dari pengakuan korban, pelaku diduga membujuk dan merayu serta memaksa korban untuk melakukan persetubuhan. “Akibat kejadian ini, korban mengaku sempat hamil dan dan disuruh menggugurkan kandungan oleh pelaku,” singkatnya, Kamis (13/2/2020). (jus/kb)

Bejat, Pengawas Panti Setubuhi Anak Asuh Selama 3,5 Tahun