Kasus Rabies Kembali Terjadi di Jembrana

Jembrana Peristiwa
Foto: Petugas turun ke lapangan merespon kasus rabies.

JEMBRANA, Kilasbali.com – Kasus rabies akibat gigitan anjing kembali ditemukan di Kabuapten Jembrana, tepatnya di Banjar Baluk Rening, Desa Baluk, Kecamatan Negara.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Wayan Widarsa mengatakan, kasus gigitan tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2019) lalu.

“Kasus itu terjadi di salah satu rumah warga tidak jauh dari Pantai Baluk Rening,” ujarnya, Selasa (6/8/2019).

Menurutnya, setelah dipantau, anjing berumur 1,5 tahun itu tiba-tiba mati pada pada Kamis (1/8/2019) lalu. “Adanya laporan anjing mati setelah sempat menggigit, kami ambil sampel dan kami kirim untuk diuji ke Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar,” ungkapnya.

Ternyata, hasil uji sampel yang diterimanya pada Senin (5/8/2019) malam menyatakan anjing peliharaan tersebut positif rabies. “Padahal anjing peliharaan, terikat dan dalam pekarangan tertutup. Mungkin saja ada pernah anjing liar masuk” paparnya.

Dari informasi pemilik, anjing tersebut pada 2018 lalu sejatinya pernah tersasar vaksin. Tetapi setelah dicek, tidak ada bukti registrasi. Namun vaksinasi massal 2019 ini, anjing tersebut belum terkena vaksin.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya pun langsung melakukan vaksinasi emergency terhadal 25 ekor anjing, dan juga ada delapan ekor anjing liar yang dieliminasi selektif.

“Kami respon awal dalam radius keliling 500 meter dari lokasi,” sebutnya.

Dalam respon awal itu, pihaknya juga mengambil lima tube second sampel anjing yang dieliminasi tersebut untuk kembali dikirimkan dan diuji di Lab BB Vet Denpasar.

“Kami tunggu hasilnya delu, nanti kalau dinyatakan positif, akan ada tindakan respon lebih lanjut,” paparnya.

Pihaknya mengimbau warga agar tidak menyepelekan gigitan pada HPR seperti anjing, karena tidak menutup kemungkinan anjing peliharaan dapat kontak dengan anjing liar yang sudah terpapar virus rabies. “Apabila ada gigitan segera laporkan” tandasnya. (gus/kb)