Kebangkitan IKM/UMKM Ibarat Nyala Lilin di Kegelapan

Ceremonial Denpasar Ekonomi Bisnis Tokoh
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Koster

DENPASAR, Kilasbali.com – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengibaratkan kebangkitan IKM/UMKM di tengah situasi pandemi Covid-19 sebagai cahaya lilin di tengah kegelapan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Jadi Baliyoni ke-21 yang dirangkaikan dengan HUT ke-1 Balimall.id di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Senin (3/5/2021) petang.

Menurutnya, bangkitnya IKM/UMKM di tengah pandemi tak terlepas dari kehadiran dan support yang diberikan Balimall.id, sebuah
e-marketplace lokal yang baru terbentuk setahun. Diibaratkan manusia, satu tahun adalah umur yang masih sangat belia. Kendati demikian, ia merasa bangga karena di umur setahun, sudah banyak yang bisa dilakukan Balimall.id dalam membantu memasarkan produk IKM/UMKM Bali.

“Kehadiran Balimall.id adalah angin segar bagi pelaku IKM/UMKM kita. Saya berharap pengelola Balimall.id bersinergi dengan BPD Bali terus membimbing dan mengayomi pelaku IKM/UMKM kita agar makin fasih bermain di pasar online,” ujarnya.

Baca Juga:  BPK RI Perwakilan Bali  Exit Meeting di Pemkot Denpasar

Istri orang nomor satu di Bali ini kembali menyinggung ancaman degradasi pada kualitas produk kerajinan tradisional Bali. Dia menyatakan, ancaman degradasi itu antara lain terjadi pada hasil kerajinan perak dan tenun tradisional Bali seperti endek dan songket. Entah karena teledor atau terbawa arus tuntutan global, ia menilai mulai muncul sikap pragmatis di kalangan pelaku IKM/UMKM dalam produksi dan pemasaran hasil kerajinan.

“Kerajinan perak misalnya, banyak tertimpa karya yang sudah tak lagi memperhatikan kualitas bahan,” imbuhnya.

Dikatakan, hal yang sama terjadi pada kain tenun tradisional endek yang banyak diproduksi secara massal di luar daerah, lalu dipasarkan pada konsumen di Bali. “Artinya kekayaan intelektual dan konsumen kita diambil sekaligus, seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Hal ini menyebabkan banyak perajin kita yang enggan berproduksi,” urainya.

Baca Juga:  Disiplin Diet Kantong Plastik Menurun, Pemprov Kumpulkan Pengelola Pasar di Denpasar

Oleh sebab itu, selaku Ketua Dekranasda dirinya gencar mengkampanyekan gerakan pelestarian hasil kerajinan khas Bali agar selaras dengan upaya pengembangan. Salah satu gebrakan Dekranasda Bali di tengah pandemi Covid-19 adalah memfasilitasi pelaku IKM/UMKM untuk mengikuti pameran Bali bangkit di areal Taman Budaya. Dan bekerja sama dengan Balimall.id, menurut perempuan multitalenta ini, juga mendorong pelaku IKM/UMKM untuk menggunakan platform digital.

Pada bagian lain, ibu dari dua putri ini sangat berharap dukungan dari kalangan akademisi untuk mengadakan penelitian terkait berbagai persoalan yang dihadapi pelaku IKM/UMKM di Daerah Bali. Hasil penelitian itu nantinya akan dijadikan bahan evaluasi untuk mendorong kemajuan IKM/UMKM.

CEO Baliyoni Ni Wayan Sri Ariyani menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Putri Koster. Ia pun bercerita tentang perjuangan yang dilaluinya dari awal pendirian Baliyoni hingga melebarkan sayap pada bidang e-marketplace dengan mengusung brand lokal Bali.

Baca Juga:  Arya Wibawa Serahkan Sembako Kepada Tenaga Kebersihan

Menurut dia, langkah untuk mewujudkan sebuah e-marketplace tidaklah mudah. Selain membutuhkan biaya yang sangat besar dan bersaing dengan brand yang sudah terkenal, juga dibutuhkan tenaga IT yang mumpuni. Usai terbentuk dalam kurun setahun, ia bersyukur Balimall.id berkembang cukup baik dan bermanfaat bagi pelaku IKM/UMKM lokal Bali.

Sementara itu, perayaan HUT Baliyoni dan Balimall ditandai dengan pemotongan tumpeng, berlangsung dengan khidmat dan tetap menjalankan protokol kesehatan. (rl/kb)