Keracunan Porcam Mendoyo, Polisi Tunggu Hasil Labfor Polda Bali

Jembrana Peristiwa
Foto: Korban keracunan saat dirawat di rumah sakit.

JEMBRANA, Kilasbali.com – Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali untuk memastikan penyebab keracunan massal saat hari terakhir Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam) Mendoyo pada Selasa, 16 Juli 2019 lalu.

Sebelumnya pada Sabtu (20/7/2019) lalu, Tim Labfor bersama jajaran Satuan Reskrim Polres Jembrana serta Polsek Mendoyo mendatangi salah satu rumah warga di Desa Mendoyo Duahtukad tempat pembuatan nasi bungkus yang dikonsumsi oleh para peserta Porcam tersebut.

Petugas yang sempat memasang garis polisi di lokasi, juga telah mengambil beberapa sampel, di antaranya air dan minyak goreng bekas yang digunakan memasak.

Sementara itu, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jembrana bersama jajaran Desa Mendoyo Dauhtukad, diketahui ada sebanyak 37 korban yang mengalami gejala keracunan seusai menyantap nasi campur tersebut.

Bahkan, salah seorang dari 37 korban itu, yakni Ni Putu Suardini Asih (35) warga Banjar Ngoneng meninggal dunia di rumahnya pada Kamis (18/7/2019) malam lalu.

Sementara 11 korban yang sempat dirawat inap di sejak Jumat (19/7/2019) lalu, yakni 9 korban di Puskesmas I Mendoyo, 1 korban di RSU Negara, dan 1 korban di Rumah Sakit Bunda, semuanya telah dipulangkan pada Senin (22/7/2019) lalu.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita, Kamis (25/7/2019) mengatakan, jajaranya sudah turun melakukan penyelidikan terhadap informasi terkait keracunan massal warga tersebut.

Kendati dari hasil keterangan saksi-saksi dan sejumlah korban memang ada kecurigaan terhadap keracunan nasi campur tersebut, namun pihaknya belum dapat menyimpulkan secara pasti kecurigaan tersebut. .

Pihaknya mengaku masih menunggu pembuktian berdasar hasil pemeriksaan tim Labfor Polda Bali. “Kami masih menunggu hasil dari Labfor. Kemungkinan hasilnya akan turun setelah Hari Raya Galungan,” ujarnya.

Bahkan menurutnya selain beberapa sampel bahan makanan yang sempat diambil langsung tim Labfor Polda Bali, saat bersamaan juga menyerahkan sampel muntahan sejumlah korban yang kapda Tim Labfor Polda Bali.

“Kalau sudah ada hasilnya, nanti akan kami sampaikan lebih lanjut. Sementara, kita belum dapat menyimpulkan penyebabnya. Kita tunggu dulu hasil dari Labfor,” pungkasnya. (kb)