Kesigapan Polisi Amankan Perayaan Paskah di Gianyar

Ceremonial Gianyar Seni Budaya
Foto : Pengamanan Minggu Paskah di Gianyar

GIANYAR, Kilasbali.com – Rangkaian Perayaan Paskah di Kabupaten Gianyar hingga Minggu Paskah, Minggu (4/4/2021), berjalan dengan baik dan situasi dapat terjaga dalam keadaan kondusif.

Umat Kristiani pun menyampaikan apresiasinya terhadap kesigapan aparat kepolisian serta terjaganya toleransi antar umar beragam di bumi seni.

Doa keajaiban Paskah untuk mencerahkan hidup umat manusia dengan cinta, kebahagiaan, dan kegembiraan, terus mengumandang dalam sepekan rangkaian perayaan Paskah di Kabupaten Gianyar.

Toleransai antara umat beragama yang sudah mengakar pun membuat umat Kristiani di Gianyar dapat menjalankan ibadah dengan khidmat.

Sebagimana pelaksanaan ibadah Minggu Paskah yang dilaksanakan umat Kristiani GKII Bukit Shalom jalan Gunung Sari Banjar Ambengan, Peliatan, Ubud.

Aparat Kepolisian dibantu oleh aparta lainnya pun dengan ketat melaksanakan tugasnya untuk memastikan prosesi Minggu Paskah berjalan lancer dan khidmat.

Sedikitnya Belasan Personil Polisi disiagakan daru unsur unit  Sabhara dan Babinsa. di GKII Bukit Shalom, Kegiatan ibadah ini dipimpin oleh pendeta Alfrets Totoliu yang dibantu oleh Demos Nurhancoko selaku pengembala umat.

Baca Juga:  Pembukaan Pariwisata Ubud Setelah Vaksinasi Kedua

“Kami selalau berkoordinasi dengan pendeta Alfrets Totoliu dan pengurus. Sebelumnya, kami melaksanakan sterilisasi pada areal gedung pos pembinaan umat Kristiani GKII Bukit Shalom Ubud, memeriksa jemaat dan mengimbau untuk menggunakan masker maupun menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Kapolsek Ubud AKP I Gede Sudyatmaja.

Tidak hanya di lokasi ibadah, petugas juga melaksanakan pengaturan lalin bagi para jemaat yang keluar masuk Pos Pembinaan dan tentunya Tetap melakukan pemantauan terhadap kehadiran orang dalam giat ibadah tersebut.

“Pengamanan ibadah Minggu Paskah ini merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan mengingat pengamanan ini sangatlah penting. Kami dari Polsek Ubud sudah merencanakan teknis pengamanan dari jauh-jauh hari sehingga saat pelaksananya dapat berjalan dengan baik dan situasi dapat terjaga dalam keadaan kondusif,” terangnya singkat.

Baca Juga:  Tim Yustisi Tabanan Gencar Sidak Prokes

Tidak hanya di Ubud, kondistivitas yang sama juga dirasakan di sejumlah Gereja di Gianyar. Seperti di Gereja Santa Maria Ratu Rosari Jln. Mulawarman, Lingkungan Tedung, Kelurahan Abianbase, Gianyar.

Ibadah MInggu Paskah mendapat pengamanan dari Polsek Gianyar yang langsung dipimpin oleh Kapolsek Gianyar Kompol I Gusti Ngurah Yudistira.

Sebelum dilaksanakan Ibadah petugas terlebih dahulu melaksanakan kegiatan sterilisasi/pemeriksaan barang bawaan dengan menggunakan metal detator oleh personil Polri, Pecalang dan petugas Pam Swakarsa Sanmaria.

“Pengamanan ini dilaksanakan untuk memberikan kenyamanan kepada umat kristiani dalam melaksanakan ibadah,” terang Kapolsek Yudistira.

Atas kelancaran pelaksanaan Rangkaian Paskah ini,  salah seorang tokoh LSM yang juga Polisiti Partai  Gelora Indonesia, Ngakan Made Rai  angkat topi terhadap  Kapolres Gianyar yang  memberikan perhatian serius terhadap kenyamanan umat di Gianyar dalam menjalankan ibadah.

Terlebih , Kelancaran Perayaan Paskah ini sangat penting sebagai tolak ukur tinggi toleransi antar umat beragam di Gianyar.

Baca Juga:  Pantau Prokes di Jalan Diponogoro, Tim Yustisi Temukan 9 Pelanggar 

“Gianyar yang kini sedang mempersiapkan pembukaan Pariwisata New Normal, kelancaran ibadah paskah ini juga manjadi tolak ukurnnya. Kami apresiasi dan sangat mendukung penuh upaya yang dilakukan Kapolres Gianyar dan jajarannya dalam menjaga kondusivitas ini,” ujar Rai.

Rai menyebutkan, totalitas Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana sebagai garda terdepan yang melakukan monitoring langsung terkait keamanan serta penerapan protokol kesehatan sebagai pencegahan Covid-19, dinilai menjadi motivator umat.

Karena kehadirannya  telah memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat  yang menjalankan ibadah Paskah. Selain itu, Rai juga mengapresiasi kesiapan para pengelola tempat ibadah dalam memfasilitasi kegiatan peribadatan di tengah pandemi bagi para jemaat.

“Pihak pengelola dan pengurus gereja kami liat sudah berupaya untuk menaati peraturan dan imbauan dari pemerintah untuk memastikan protokoler kesehatannya benar-benar diterapkan saat masyarakat datang ke gereja untuk ibadah,” pungkasnya. (ina/kb)