Kodim Jembrana Tanam Padi di Lahan Demplot Milik Warga Binaan

Jembrana
Kodim Jembrana Tanam Padi di Lahan Demplot Milik Warga Binaan

JEMBRANA, Kilasbali.com – Di tengah Pandemi COVID-19, sebagai upaya untuk mewujudkan ketahanan angan, Kodim 1617/Jembrana melaksanakan penanaman padi di atas lahan Demplot milik warga petani binaan Kodim 1617/Jembrana.

Penanaman padi jenis Inpari dengan sistem tanam Jajar Legowo (2 : 1)tersebut berlokasi di lahan seluas 1 Hektare milik I Ketut Wela, warga Subak Tegal Jati, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana dilaksanakan, Senin (08/06/2020).

Kegiatan penanaman ini mengambil tema “Melalui Pembinaan Ketahanan Pangan, Wujud Kepedulian TNI-AD Terhadap Perekonomian Bangsa”.

Dengan menerapkan sistem tanam Jajar Legowo (2 : 1) dengan varietas yang baik dan unggul maka dari sisi penghasilan akan lebih besar dan bisa membantu masyarakat petani dan juga pemerintah daerah.

Baca Juga:  Pengelolaan Aset Pemprov Bali jadi Sumber PAD Baru

“Jika produksi terus meningkat maka tidak perlu lagi mendatangkan padi dari luar daerah. Dalam pemenuhan kebutuhan padi menjadi satu dari tiga produk unggulan program prioritas di Kementerian Pertanian,” jelas Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok ditemui pada acara tersebut mengucapkan terima kasih kepada pemilik lahan I Ketut Nela yang memberikan tanahnya untuk program Demflot tanam padi Kodim 1617/Jembrana.

“Hal ini setidaknya menjadi pelajaran dan edukasi bagi Para Babinsa yang kemudian dapat menyalurkan apa yang telah didapatkan hari ini terkait cara menanam padi dengan sistem Jajar legowo (2 : 1) yang nantinya dapat diterapkan di wilayah binaannya di desa-desa yang memiliki lahan sawah,” sebut Dandim.

Baca Juga:  Di tengah Pandemi Covid-19, KPP Pratama Singaraja Raih Penghargaan Kantor Pelayanan Terbaik

Lebih lanjut dikatakan apa yang dilakukan satuannya adalah sebagai wujud dukungan penuh kepada pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan. “Dengan harapan, apa yang kita laksanakan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. khususnya untuk memantapkan Kabupaten Jembrana sebagai lumbung pangan,” tegas Dandim.

Untuk diketahui, cara tanam padi Jajar legowo (2 : 1) yaitu setiap dua baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar baris, sedangkan jarak tanaman dalam barisan adalah setengah kali jarak tanam antar barisan. (jus/kb)

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan tanam padi secara simbolis oleh Dandim 1617Jembrana dan dilanjutkan oleh Para Babinsa.