Komang Sutrisna Siap Majukan Pariwisata Gesing di Era Pandemi Covid-19

Buleleng Tokoh
Foto: Komang Dri Sutrisna

BULELENG, Kilasbali.com – Pandemi Covid-19 membuat perekonomian Bali menjadi mati suri. Tak hanya itu, penyebaran virus corona juga masih mengintai setiap lapisan masyarakat. Bahkan Menjelang pemilihan Perbekel Desa Gesing, Banjar, Singaraja pada Juli 2021 mendatang, diprediksi pandemi masih akan berlanjut.

Hanya saja, untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 di Desa Gesing, salah satu tokoh muda Komang Dri Sutrisna melakukan gebrakan dengan menyemprotkan cairan disinfektatan pada ruas-ruas jalan pedesaan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada wisatawan asing maupun domestik yang akan berkunjung.

Komang Sutrisna menjelaskan, tindakan ini diambil sebagai bentuk rasa jengah terhadap pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai. Pasalnya, imbas dari pandemi tersebut melumpuhkan sektor perekonomian di desanya, sehingga untuk kembali menggeliatkan gairah perekonomian pariwisata di Desa Gesing, pihaknya akan mencalonkan diri untuk maju menjadi Perbekel di Desa Gesing.

Baca Juga:  Dentuman Keras di Buleleng, Ini Kata BPBD Bali

“Ketika nanti ada pemilihan Perbekel Desa Gesing, saya pastikan akan maju demi memajukan pariwisata Desa Gesing,” tegasnya pemilik usaha Masha Transport Bali, Rabu (9/12/2020).

Komang Sutrisna menjelaskan, sebagai bukti dirinya komit memajukan Desa Gesing, iapun tepah membagikan wifi gratis untuk anak-anak sekolah di Desa Gesing. Sebab anak-anak merupakan bibit-bibit baru di masa depan dalam memajukan sebuah desa, mengingat banyak potensi pariwisata yang belum tergarap di desanya.

“Saya harap dengan memberikan wifi gratis para pelajar bisa mengemas dan sekaligus mempromosikan pariwisatanya lewat Medsos, sebab kemajuan pariwisata perlu sentuhan kaum milenial,” jelasnya.

Baca Juga:  Surat Edaran Bersama PHDI dan MDA Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1943

Tidak hanya itu, Komang Sutrisna yang akrab disapa Predy ini membeberkan, dalam sektor pertanian dirinya akan bersinergi dengan Bumdes, sehingga terdapat aturan standar yang mengatur tentang harga jual. Dengan demikian, lanjut dia, para petani sudah pasti bisa menikmati keuntungan ketika menjual hasil buminya.

“Kesejahteraan para petani harus diperhitungkan, dan Bumdes juga harus bisa difungsikan sebagaiamana mestinya, sehingga para petani tidak lagi harus menjual hasil buminya keluar daerah, cukup menjual ke Bumdes yang hasilnya juga untuk kesejahteraan desan,” pungkasnya. (dx/kb).