Korem Wirasatya Gelar Donor Konvalesen, BI Promosikan QRIS CeMuMuAH

Denpasar News Update
Donor darah plasma konvalesen di Korem Wira Satya
  • Pelantikan Bupati Jembrana

  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021

DENPASAR, Kilasbali.com – Pembayaran nirsentuh QRIS hadir bersama aksi donor plasma konvalesen pada HUT Korem 163/Wira Satya ke-60, Kamis, 11 Februari 2021.

Bank Indonesia sebagai inisiator transaksi cashless QRIS mendukung aksi Donor Darah & Donor Plasma Konvalesen Korem 163/Wira Satya.

Dalam kegiatan itu, pembayaran non tunai menjadi salah cara untuk menekan penyebaran covid-19.

Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, upaya lain menuju Bali Bangkit antara lain dengan membangkitkan roda perekonomian Bali.

Baca Juga:  TNI/Polri Semprot Desinfektan di Banjar Tegal Linggah Desa Padangsambian Kaja

Cara efektif peningkatan efisiensi diantaranya menggunakan sistem pembayaran yang mengacu pada dimensi prinsip utama kebijakan.

“Sistem pembayaran yang CeMuMuAH atau cepat, mudah, murah, aman dan handal yaitu QRIS,” kata Trisno.

Dalam aksi sosial itu, Bank Indonesia memberikan kesempatan bagi para pendonor untuk memperoleh experience kanal pembayaran QRIS secara langsung. Sekaligus, mendapatkan topup dompet elektronik secara gratis bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Uang elektronik itu, kata Trisno, dapat digunakan untuk bertransaksi menggunakan QRIS di lingkungan Korem Wira Satya.

“Jadi bisa digunakan bertransaksi di kantin, koperasi hingga tempat ibadah. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan pengalaman penggunaan QRIS di wilayah Korem 163/Wirastya,” jelasnya.

Baca Juga:  Perayaan Tahun Baru Saka Kali ini Kembali Tanpa Lomba Ogoh-ogoh

Seperti diketahui, di tahun 2020 Korem 163/WSA menjadi Korem pertama di Indonesia yang mengimplementasikan digitalisasi pembayaran berbasis QRIS di wilayah teritorial.

Sementara, data Bank Indonesia hingga 29 Januari 2021, jumlah merchant QRIS di Provinsi Bali sebanyak 183.068 merchant. Jumlah itu bertambah hingga 160 ribu merchant atau 686% dibandingkan awal tahun 2020.

Baca Juga:  ‘Politik Hijau’, Gubernur Koster Beberkan Kebijakan Wujudkan Alam Bersih, Hijau dan Indah

Nominal transaksi mencapai Rp 22,72 miliar dan volume transaksi sebanyak 269 ribu kali transaksi.

“Sepanjang tahun 2020, transaksi melalui kanal QRIS terus meningkat signifikan setiap triwulan. Di Bali ada 30 penyelenggara jasa pembayaran (PJP). Dari jumlah itu, diharapkan lebih dari 4,5 juta masyarakat Bali siap dilayani pembayaran dengan QRIS,” kata Trisno Nugroho. (tim/kb)