Koster Tepati Janji Politik, Tujuh Kantor MDA Telah Mulai Dibangun

Ceremonial Denpasar
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan kantor MDA

Dalam Sehari ‘Nasarin’ Dua Kantor MDA di Bangli dan Buleleng’

BANGLI, Kilasbali.com – Bertepatan dengan Sugihan Jawa, Wraspati, Wage, Sungsang, Kamis (10/9/2020), Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan prosesi peletakan batu pertama atau ‘nasarin’ di kantor MDA Kabupaten Bangli di Jalan Brigjen Ngurah Rai No.10, Kawan, Bangli.

Seusai di Bangli, Koster pun melakukan prosesi yang sama, yakni peletakan batu pertama pembangunan kantor MDA Kabupaten Buleleng di Jalan Ratna No.11, Singaraja. Di mana pembangunan dua gedung baru yang merupakan janji politiknya, menggunakan dana CSR masing-masing senilai Rp 3 miliar lebih.

Dengan prosesi ini, gubernur asal Sambiran ini telah sukses memulai membangun 7 kantor MDA di kabupaten/kota. Yakni di Gianyar, menggunakan dana APBD Kabupaten Gianyar senilai Rp 3,4 miliar, di Jembrana, Karangasem, Kota Denpasar, Tabanan, dan terbaru Bangli serta Buleleng.

“Ketujuh pembangunan Kantor MDA ini menggunakan lahan milik Pemprov Bali, dan hanya di Kabupaten Gianyar yang mandiri menggunakan dana APBD, sisanya menggunakan dana CSR yang masing-masing senilai Rp 3 miliar lebih,” ungkap Wayan Koster.

Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menegaskan, untuk Kabupaten Badung dan Kabupaten Klungkung rencana pembangunannya dimulai tahun 2021.

Baca Juga:  Kabar Baik, Sembuh Bertambah 140 Orang

Namun dengan komunikasi intensif yang dilakukan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Bali, dirinya berharap tahun 2020 ini Kantor MDA di dua kabupaten ini pembangunannya terproses secara bersamaan, sehingga tahun 2021 depan semua MDA di Bali sudah memiliki fasilitas yang layak untuk menata organisasi desa adat Bali.

Lebih lanjut Gubernur Bali jebolan ITB ini mengungkapkan untuk Kantor MDA Provinsi Bali pembangunannya sudah selesai di bangun di lahan Pemprov Bali dan telah berdiri gagah dengan desain arsitektur Bali berlantai III. Sedangkan di Kantor MDA Kabupaten/Kota se-Bali, di desain bergaya arsitektur Bali, dan kompak berlantai II.

“Saya harapkan pembangunannya tepat waktu dan berkualitas, karena ini adalah wujud keseriusan kami di Pemerintah Provinsi Bali untuk mengimplementasikan lima bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang salah satunya di bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Selain bidang pangan, sandang dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, hingga bidang pariwisata,” ujarnya.

Baca Juga:  Putri Koster Ajak Pertahankan Tabanan sebagai Lumbung Padi Bali

Menurut dia, pembangunan kantor MDA ini untuk memperkuat keberadaan desa adat. Karena dirinya sangat mempercayai dan telah terbukti bahwa desa adat telah berperan penting dalam membentengi kebudayaan Bali yang tersohor, unik, dan menjadi kekuatan terhadap Bali di dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam lingkungannya, dan manusia dengan manusia.

Sehingga, lanjut dia, timbul nilai kebhinekaan yang luar biasa di bidang seni tradisi budaya dan kearifan lokal hingga menyatu menjadi daya tarik pariwisata dunia, dan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa terhadap Bali serta Bangsa Indonesia.

“Desa adat di Bali inilah yang menjadi ciri khas Pulau Dewata di mata dunia. Sehingga merujuk dari hal itu, saya berpesan kepada krama desa adat di Bali untuk bersama melestarikan hasil kebudayaan Bali ini, dan saya mengajak jangan setengah-setengah membangun desa adat, hingga yang terpenting jangan sampai kita ikut-ikutan terpengaruh oleh ajaran maupun kebudayaan luar yang tidak jelas asal usul dan maknanya,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemprov Bali dan Kemenkes Berkolaborasi

Sementara itu, Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kabupaten Bangli, I Ketut Kayana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wayan Koster yang telah membuktikan diri sebagai pemimpin yang menguatkan keberadaan desa adat.

“Terima kasih sudah membantu bangunan ini Bapak Gubernur, lengkap dengan arsitektur Bali dan bangunannya bertingkat dua. Sehingga sekarang kami di MDA Bangli tidak lagi pinjem tempat sampai 5 kali pindah-pindah, dan sempat juga numpang di Kantor PHDI Bangli,” ujar Ketut Kayana.

Dalam kesempatan itu, Kayana juga memohon kepada Bupati Bangli yang akan datang agar serius memperhatikan desa adat di Bangli, seperti apa yang dilakukan Wayan Koster. “Saya mohon pemerintah dan desa adat berjalan harmonis, karena desa adat merupakan benteng terakhir jagat Bali,” pungkasnya. (rls/kb)