KPU Kota Denpasar Bakal Luncurkan Maskot dan Jingle Pilwali

Denpasar Politik
Ketua KPU Kota Denpasr, I Wayan Arsa Jaya

DENPASAR, Kilasbali.com – KPU Kota Denpasar berkomitmen melaksanakan pemilihan walikota yang demokratis, aman dan sehat.

Ketua KPU Kota Denpasr, I Wayan Arsa Jaya mengatakan, usai mengadakan pengundian nomor urut paslon, selanjutnya KPU merencanakan melaksanakan pembukaan masa kampanye pada 27 September 2020 yang dirangkai dengan peluncuran maskot dan jingle Pilwali Kota Denpasar 2020.

“Acara ini akan digelar secara daring dengan mengundang paslon dan tim kampanye, pimpinan partai politik dan stake holder,” ungkapnya, Jumat (25/9/2020).

Baca Juga:  Boby dan Eka SID Bersaksi untuk Jerinx

Menurut Arsa, ada yang berbeda dalam tahapan pelaksanaan pilwali kali ini, yakni adanya penandatanganan pakta integritas dari kedua paslon, dan deklarasikan untuk mewujudkan Pilwali yang damai, yang patuh protokol kesehatan, dan ramah lingkungan.

“Jadi intinya patuh untuk menerapkan protokol kesehatan dan siap menerima sanksi. Sanksi sedang diatur apakah dari KPU ada peringatan, ada sanksi-sanksi berikutnya yang akan diatur,” jelasnya.

Untuk deklarasi damai, Arsa menjelaskan kedua paslon sepakat tidak membuat alat peraga kampanye tambahan. Alat peraga kampanye dalam hal ini baliho, spanduk, dan umbul-umbul itu memicu kerawanan dibawah.

Baca Juga:  Pasien Sembuh di Kota Denpasar Capai 91,48 Persen

Ditambahkannya, pada prosesnya, KPU wajib menyediakan di titik-titik pemasangan. Dalam proses pemasangan sering kali terjadi gesekan dibawah.

“Jadi ini merupakan salah satu upaya yang selaras untuk mewujudkan pilwali yang damai,” tandasnya.

Sementara bahan alat peraga kampanye terbuat dari plastik. Kata Arsa plastik itu tidak mudah didaur ulang. Ini menjadi refleksi daripada ramah terhadap lingkungan.

Baca Juga:  Ini Kata Jerinx Terkait Pasal yang Menjeratnya

Untuk protokol kesehatan, proses pemasangangan biasanya melibatkan banyak orang. Ini juga menjadi refleksi bagi petugas kesehatan untuk menghindari masyarakat berkumpul.

Ketua KPU Denpasar juga mengapresiasi para paslon telah menunjukkan impresi positif mewujudkan apa yang sudah disepakati dalam deklarasi dengan tidak menggunakan 200 persen jatah pembuatan APK baliho, spanduk dan umbul umbul, tdk mengadakan kampanye rapat umum dan konser musik yang mengumpulkan masa. Dan berharap selanjutnya semua kegiatan kampanye merefleksikan komitmennya.(sgt/kb)