Lakukan Penganiayaan, Buruh Asal Kupang Dipolisikan

Hukum Tabanan
Ket Foto: Pelaku penganiayan Ricar Sonali Oma alias Soni

TABANAN, Kilasbali.com-Kasus penganiayaan terjadi di sebuah mes, di Banjar Tatag, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan. Diduga karena tersinggung, tersangka dalam keadaan mabuk mencekik dan memukul korbannya. Merasa tidak terima dengan perlakuan pelaku, korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Marga, Tabanan.

Berdasarkan informasi, peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (21/4/2019) malam sekitar pukul 20.50 Wita. Dimana pada saat itu pelaku Ricar Sonali Oma alias Soni (27), asal Kupang, NTT, yang tinggal di Banjar Dinas Jebaud, Desa Bringkit, Kecamatan Marga, Tabanan, datang dalam kondisi mabuk ke mes salah satu saksi Okto. Selanjutnya pelaku duduk diatas punggung korban, I Ketut Serinteg (31), asal Karangasem, yang tinggal di Banjar Tatag, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, yang pada saat itu sedang tidur-tiduran sambil menonton TV. Tersangka kemudian meminta uang kepada korban, namun korban diam saja. Kemudian tersangka turun dari punggung korban dan duduk bersila di sebelah kanan dekat kepala korban, selanjutnya korban menoleh muka tersangka yang menyebabkan tersangka tersinggung akibat ditatap korban, selanjutnya tersangka berkata “Lu mau pukul beta? Mau lu saya pukul?”.

Karena sikap tersangka semakin menjadi-jadi maka saksi Okto menarik tangan tersangka mengajak keluar kamar. Pada saat ditarik keluar tersangka melihat korban mengambil rokok dan kemudian tersangka minta rokok sambil mendorong korban menggunakan kedua tangan hingga korban terdorong ke belakang mengenai tembok. Korban yang emosi selanjutnya membalas dengan cara mendorong tersangka hingga tersangka jatuh di kasur, selanjutnya tersangka bangun mendekati korban dan langsung mencekik menggunakan tangan kiri, dimana kuku tersangka panjang dan tajam. Kemusian tersangka mengayungkan tangan kanan mengepal ke arah muka sebanyak 3 kali namun berhasil ditangkis oleh korban dengan menggunakan tangan kiri.

Melihat kejadian tersebut saksi Okto menarik tersangka dan membawanya ke luar kamar mess. Sedangkan korban yang tak terima diperlukan seperti itu melaporkan perbuatan tersangka ke Polsek Marga, Senin (22/4/2019) sekitar pukul 08.30 atas tindak pidana penganiayaan.

Kapolsek Marga, Kapolsek Marga AKP I Gusti Made Sudarma yang dikonfirmasi membenarkam perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan bahwa, akibat perbuatan tersangka, korban mengalami luka gores pada bagian leher sebelah kanan, terdapat luka gores pada leher bagian depan, dan korban mengalami rasa sakit saat memalingkan kepala akibat luka tersebut. “Atas laporan tersebut kita kemudian melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi serta korban,” tegasnya, Rabu (24/4/2019).

Selanjutnya korban juga dilakukan visum di Puskesmas Marga, serta mengamankan tersangka dan melakukan gelar perkara. Dan hasilnya pelaku memang melakukan penganiayaan dengan alat bukti yang sudah lengkap, sehingga tersangka dikenakan pasal 351 (1) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan. “Dan saat ini tersangka sudah kita amankan,” pungkasnya. (*KB).