Layanan Penjor Langsung Pasang

Ekonomi Bisnis Gianyar Seni Budaya
Foto : Pengerjaan layanan penjor di Desa Peliatan.

‘Kreativitas Pemuda di Banjar Tebesaya, Peliatan, Ubud’

GIANYAR, Kilasbali.com – Meski paparan Covid-19 semakin mengganas, Hari Raya Galungan dan Kuningan harus tetap jalan dan protokol kesehatan wajib dijalani. Karena itupula, dalam persiapannya umat kini cendrung memilih jalan praktis dan ekonomis.

Penjor sebagai salah satu ikon Hari kemenagan dharma inipun kini dijadikan peluang oleh kalangan anak muda sebagai bisnis musiman. Layanan penjor langsung antar dan terpasang di depan rumah pun kini jadi piihan.

Di Banjar Tebesaya, Peliatan, Ubud sekelompok anak muda pun menghimpun diri untuk menyalurkan bakatnya untuk melayani pesanan penjor ini. Sepekan ini mereka sudah mulai menggarap penjor pesanan yang dikerjakan secara bersama-sama.

Baca Juga:  OMG! Tak Pakai Masker, Anggota Dewan Gianyar Terjaring Operasi Yustisi

Bahannya pun dikombinasikan, dari bahan janur Sulawesi dan janur lokal untuk tetap mempertahankan ciri khas.

“Untuk beberapa bagian, kami sudah bisa pasang beberapa perlengkapan yang berbahan janur sulawesi. Hingga menjelang pengiriman, baru kami pasang perhiasan dari janur lokal, agar saat Hari Raya masih terlihat segar,” ungkap Komang Raka yang mengkoordinir rekan-rekannya, Senin (14/9/2020).

Diakuinya, kini pihaknya mendapat pesanan duakalilipat dibandingkan dengan  hari raya sebelumnya. Terlebih di saat pendemi ini, banyak warga yang enggan berdesak-desakan untuk membeli perlengkapan penjor.

Baca Juga:  Waspada! Kasus Positif Bertambah 34 Orang

Di samping itu juga harga yang ditawarkan juga mengikuti situasi ekonomi saat ini. Tidak hanya itu, pemesan tidak repot-repot lagi karena panjor sudah diterima dalam kondisi terpasang di depan rumah.

“Karena kami membeli bahan  yang banyak, tentunya lebih murah. Disini kami hanya mengenakan ongkos pasang saja, terlebih pelanggan kami kebanyakan menghindari aktivitas berlebihan saat pandemi ini,” terangnya.

Lanjut Raka, kelompoknya sudah lebih dari tiga tahun menjadi perajin penjor. Dan kini pesanan yang mereka terima sudah lebih dari 50 penjor. Ia juga mengatakan, untuk membuat penjor selama ini belum ada kendalanya. Karena bahan mulai dari janur, bambu dan lainnya sudah ada yang mengantar dan tinggal merakit saja.

Baca Juga:  DPRD Tabanan Gelar Sidang Paripurna Persetujuan Bersama KUA-PPAS dan 6 buah Ranperda

“Kalau merangkai penjor iya paling lama 15 menit. Kalau untuk harganya minimal satu penjor Rp 350 ribu. Tetapi tergantung pesanan pelanggan juga,” ujarnya.

Dia pun mengungkapkan, untuk membuat puluhan penjor memang dibutuhkan waktu beberapa hari hingga satu minggu sebelum Penjor itu diantar.

“Ya lumayan pak, kegiatan ini setidaknya menutupi biaya dalam menyambut hari raya. Terlebih selama pandemi banyak teman-teman yang tidak bekerja lagi,” syukurnya. (ina/kb)