Libur Akhir Tahun Dipangkas, Pengusaha Pariwisata Harap-Harap Cemas

Gianyar Hiburan Pariwisata
Foto : Wisatawan domestik saat traking menikmati objek wisata di Ubud. 

GIANYAR, kilasbali.com – Setelah wisatawan asing tidak bisa dihandalkan saat Pandemi Covid-19 sekarang ini, wisatawan nusantara (Wisnu) kini jadi harapan satu-satu bagi para pegiat pariwisata. Namun sayang, harapan itu kini bercampur kecemasan, lantaran liburan Natal dan Tahun Baru dipangkas dan terpotong-potong. Hal ini dipastikan akan mempengaruhi kunjungan wisatawan dari kalangan pegawai, dan hanya berharap pada wisatawan dari kalangan pengusaha serta pekerja work from home atau ‘WFH’.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang pengusaha di Ubud, I Nyoman Martana. Menurutnya, sejak pademi Covid-19 ini, pihaknya tidak bisa lagi mengandalkan wisatawan asing.  Karena itu, dirinya menyasar wisatawan dengan mengandalkan momentum hari libur panjang atau cuti bersama secara nasional. Dengan berpromosi di media sosial dengan tarif discount, sejumlah pesanan kamar menjelang hari lubur panjang pun berdatangan dari kalangan pegawai BUMN dan pengusaha dari kota-kota besar.

“Untuk liburan Natal dan  akhir tahun ini, beberapa wisnu sduah booking kamar. Namun sayang, karean ada pemangkasan liburan, beberap ada yang cancle.” Ungkapnya, Minggu (6/12/2020).

Baca Juga:  Akar Pohon Sukun Tutup Jalan Geluntung - Marga

Hal senada dikatakan pengusaha travel yang kerap menghandle rombongan wisatawan, I Nyoman Sugiarta yang mengaku tidak bisa berbuat banyak.  Disebutkan, sejumlah rombongan dari kalangan pegawai BUMN atau pegawai perusahaan besar dari kota besar, kini ikut menggeser rencana kunjungannya. Bahkan ada beberapa rombongan memutuskan untuk batal karena waktu liburannya dinilai terbatas.

“Saya hanya mengandalkan rombongan wisatawan. Tahun sebelumnya, kami malah sampai menolak pelayanan, kini justru banyak yang cancel,” sesalnya.

Secara terpisah, Ketua PHRI Gianyar, Adit Pande, menjelaskan pemangkasan hari libur Natal dan Tahun Baru diakuinya akan ada pengaruhnya. Karena wisatwan ini tidak memiliki waktu libur yang leluasa.

Baca Juga:  Ratusan Warga Pejeng Kangin Jalani Rapid Antigen

Namun demikian, baginya masih ada harapan hanya saja pada wisatwan dari kalangan pengusaha swasta atau pekerja yang selama pandemi ini tidak harus bekerja di kantor. Meskipun pemangkasan dan pembagian hari libur relatif mengecewakan insan pariwisata, diyakini pemerintah sudah mempertimbangkan aspek positif dan negatifnya.

“Terlebih, saat ini angka Covid-19 secara nasional mengalami peningkatan signifikan. Dan tentunnya momentum liburan panjang juga bisa berpotensi mempeparah dan menambah bengkak angka Positif Covid-19 ini,” jelasnya.

Sementara Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Anak Agung Putrawan juga berharap pada momen libur panjang akhir tahun. Namun dikarenakan adanya pemangkasan dan pembagian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Dengan keputusan ini, sebutnya, kunjungan wisatawan di Gianyar hanya bisa diharapkan dari weekend.

Baca Juga:  Embat HP Polisi, Aksi Sales Keliling Terekam CCTV

“Bagaimana pun juga, kita juga harus mendukung langkah-langkah pemerintah pusat dalan penanganan Covid 19 ini.  di sertor Pariwisata kita masih bisa pada hari-hari  weekend saja,” ujarnya.

Adapun rincian libur panjang antara 2020 ke 2021, pemerintah menetapkan hari libur perayaan Natal dari tanggal 24-27 Desember 2020. Kemudian untuk 28-30 Desember 2020 tidak jadi libur. Lalu diikuti libur akhir tahun pada 31 Desember 2020 sebagai libur pengganti Idul Fitri, dan libur awal tahun pada 1 Januari 2021, dilanjutkan libur pada 2-3 Januari 2021 yang bertepatan dengan hari Sabtu dan Minggu. (Ina/kb).