Logistik Jalur Laut Kurangi 150 Truk per Minggu

Denpasar
Foto: Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta.

DENPASAR, Kilasbali.com – Jumlah truk yang memuat logistik dari Jawa ke Bali hingga ke NTB, NTT cukup besar, yakni mencapai 30 persen dari jumlah kendaraan yang melintas. Namun dengan dioptimalkannya Pelabuhan Benoa sebagai fasilitas transportasi laut, khususnya untuk pengangkutan logistik, maka diharapkan mampu mengurangi jumlah truk yang melintas melalui jalur darat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta mengatakan, truk yang melintas di jalur Gilimanuk-Denpasar-Padangbai sangat besar, mecapai 30 persen dari seluruh kendaraan yang melintas.

“Dengan dioptimalkannya pelabuhan ini, maka kita harapkan mampu mengurangi 150 truk perminggu, atau 30an truk perhari,” ungkapnya seusai acara ‘Penandatangan Nota Kesepakatan Pemberian Insentif Jasa Pelabuhan Produk Ekspor Dari Bali, untuk Peningkatan Aktivitas dan Efesiensi Logistik Angkutan Laut’ di Benoa Cruise Terminal, Area Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (28/2/2020).

Menurutnya, kondisi jalan yang penuh dengan tanjakan, turunan, dan tikungan menyebabkan truk yang melintas memperlambat laju kendaraannya sehingga memicu kemacetan.

“Ini menyebabkan satuan mobil penumpang (SMP) yang seharusnya 1,3 dalam satu truk, itu bisa naik sampai 2, kalau memang geometrinya enggak benar yang menyebabkan operasionalnya jadi bermasalah,” bebernya.

Efisien waktu melalui jalur darat maupun laut, kata dia, hampir sama. Berangkat malam dari Surabaya dan sampai di Denpasar juga malam.

“Itu juga tergantung dari situasi di jalan. Kalau terjadi kemacetan, bisa lebih lama. Sedangkan melalui jalur laut, kemacetan itu tidak ada dan waktupun bisa dihitung,” pungkasnya. (jus/kb)