Mahir dengan Teknologi, Pemkab Jembrana Jajaki ITB STIKOM Bali

Denpasar Pemerintahan Pendidikan
Wabup Ipat saat bertemu dengan Rektor ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan

DENPASAR, Kilasbali.com – Covid-19 mempercepat peralihan ilmu teknologi. Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana menjajaki ITB STIKOM Bali untuk memajukan daerah dengan harapan mampu memajukan daerah Bumi Makepung ini.

Secara khusus, Wakil Bupati Jembrana I Gede Patriana Krisna bertemu dengan Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan untuk membicarakan program kuliah sambil magang di Singapura.

Selain itu, Pemkab Jembrana juga tertarik dengan program perekrutan tenaga kerja asing ke Jepang menggunakan visa Tokutei Ginou atau visa specified skilled workers (SSW) atau pekerja berketerampilan spesifik (PBS).

“Bagi kami, kedua program ini bagus. Kita butuh beberapa kali pertemuan lagi untuk membahas ini secara intens,” kata Gede Patriana Krisna di Kampus ITB STIKOM Bali, Kamis (9/9/2021).

Dalam program itu, ITB STIKOM Bali memiliki skema pembiayaan melalui pinjaman lunak dari BPR Fajar. Bank Perkreditan Rakyat itu merupakan salah satu unit usaha yang dikelola selain kampus ITB STIKOM Bali.

Wabup Ipat tampak berfoto bersama dengan Rektor ITB STIKOM Bali dan jajarannya

“Program ini bisa dibiayai dengan pola dana bergulir atau menggunakan bank Stikom tetapi Pemda sebagai penjamin,” kata Patriana Krisna.

Baca Juga:  54 Tahun Indosat Ooredoo ‘Bi54 Bangkit Bersama’, Memberdayakan dan Mengubah Indonesia Menjadi Bangsa Digital

Dalam pertemuan itu, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menjelaskan, pemerintah Jepang memiliki kebijakan untuk merekrut tenaga kerja asing dengan memberikan fasilitas visa jenis SSW-1 untuk pekerja terampil dan SSW-2 untuk pekerja ahli.

Dibandingkan dengan jenis visa Kenshusie atau Jisshusei, jenis visa SSW ini lebih menggiurkan dari segi materi yang diperoleh. Selain itu, ada kemudahan untuk mengajak anak-istri ke Jepang, yang sebelumnya dilarang dalam visa Kenshusei dan Jisshusei.

Dalam program ini, para mahasiswa hanya membayar biaya kuliah di tahun pertama saja. Sedang tahun kedua hingga empat, akan dibiayai oleh perusahaan di Singapura dan sudah mulai magang kerja serta mendapat uang saku,” jelas Dadang.

Baca Juga:  Guru Garda Terdepan Pencegahan Covid-19 saat PTM Terbatas

Untuk kerja sama dengan Pemkab Jembrana, ITB STIKOM Bali menawarkan kelas khusus bagi calon mahasiswa asal Jembrana. Proses perekrutannya dimulai pada Januari-Februari 2022.

Dadang mengatakan, biaya program sebesar Rp 20.000.000 yang hanya dibayar untuk tahun pertama saja. Di tahun kedua, saat mulai magang, uang saku yang akan diterima sebesar Rp 1.600.000/bulan.

Baca Juga:  Dihadapan Delegasi Diplomatik ASEAN, Koster Sampaikan Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Tahun ketiga Rp 3.100.000 dan tahun keempat Rp 3.850.000/bulan. Sedangkan untuk kerja di Jepang, biayanya sekitar Rp 40.000.000 dengan penghasilan rata-rata Rp 20.000.000/bulan.

“Untuk kerja di Jepang, ada dua sertifikasi yang wajib dimiliki oleh calon pekerja yakni sertifikat bahasa Jepang N-4 dan sertifikat keahlian,” jelas Dadang Hermawan.

Sebagai catatan, kata Dadang Hermawan, untuk magang online di Singapura, terlebih dulu peserta wajib menjadi mahasiswa ITB STIKOM Bali.

“Sedangkan kalau mau ke Jepang, bebas, siapa saja bisa,” kata Dadang Hermawan.

Sebelumnya, ITB STIKOM Bali telah menjalin kerjasama dengan Lithan Academy Singapura. Saat ini, kerjasama itu sedang berjalan untuk merekrut calon peserta magang. (jus/kj/kb)