Mantan Pekerja DKP Denpasar Tergolek Lemah, Amerta Ulurkan Tangan

Denpasar Sosial Tokoh
Foto: Ngurah Ambara tampak menengok keadaan Wayan Sudana.

DENPASAR, Kilasbali.com – Manusia bisa berencana, namun Tuhan yang menentukan. Alih-alih ingin mengubah nasib ke Ibukota, namun malah malang yang menghampiri.

Hal itu dialami Wayan Sudana (57). KK kurang mampu yang tinggal menumpang di tanah milik AA Putu Suarini, di Jalan Buana Raya, Gang Buana Lesatari Padangsambian, Denpasar Barat ini, terpaksa harus pasrah dengan cobaan dari Sang Pencipta.

Di temani istrinya Putu Muriati, ia kini tergolek lemah dipembaringan rumah sederhana berdinding papan kayu yang tampak sudah usang ini.

Sejak tiga tahun lalu, Sudana yang sebelumnya bekerja di DKP Kota Denpasar ini, terkena penyakit stroke. Penyakitnya itupun tak kunjung sembuh, dan kini kembali parah sejak 15 hari lalu. Pria ini kini tak bisa bangun dari dipan lusuhnya.

Kendatipun tergolong masyarakat miskin dan telah mengantongi KTP Denpasar, sayangnya, ia tidak memiliki BPJS. Pasalnya, asli keluarga ini berasal dari Bangli dan menetap di Denpasar kurang lebih 15 tahun silam.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, selain uluran dari tetangga, istrinya pun terpaksa mencari rongsokan di sekitar rumahnya. Selain itu, istrinya berkeliling komplek mencari bunga jelun untuk dikeringkan dan kemudian dijual.

Baca Juga:  KPU Denpasar Gelar Rapat Pleno Perbaikan DPT Pilwali 2020

“Anak saya ada satu, umurnya sudah 28 tahun. Tapi sedikit kurang sehat. Uyeng-uyengan nike, jadi tidak begitu peduli terhadap keadaan keluarga. Kini ia kerja ke Jawa sejak tiga hari yang lalu sebagai teknisi,” tuturnya, Sabtu (17/10).

Menurutnya, untuk menjaga kesehatan suaminya, iapun mempercayakannya kepada mantri yang hadir ke rumahnya untuk memeriksa suaminya dalam kurun waktu seminggu sekali. “Dari pemerintah saya belum mendapatkan bantuan. Mungkin belum masuk,” ujarnya.

Ngurah Ambara menyerahkan bantuan sembako

Kabar itupun didengar relawan Amerta yang kemudian menyampaikan kepada Calon Walikota No. Urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra. Mendengar informasi yang menyayat hati itu, Ngurah Ambara pun segera turun ke rumah warga ini.

Baca Juga:  Melonjak, Pasien Sembuh di Denpasar Bertambah 52 Orang, Kasus Positif Bertambah 29 Orang

Dengan ditemani para relawannya, pria asal Jalan Kenyeri, Denpasar itupun menyerahkan bantuan sembako berupa beras 25 kg, telor 3 krat, susu, dan vitamin. “Bagaimanapun juga, mereka adalah warga Denpasar yang patut kita beri perhatian untuk sekadar bertahan dalam memenuhi sembako dalam jangka waktu kurang lebih satu bulan ke depan. Saya harap jika ada hal yang seperti ini, relawan agar cepat mengabari, sehingga kita bisa merespon dengan cepat,” ujarnya.

Ngurah Ambara mengatakan, di tengah pandemi ini, perlu kembali mengaungkan budaya tolong menolong. Kendatipun bukan asli warga Denpasar, lanjut dia, warga ini telah berjasa kepada Ibukota Bali dengan bekerja di DKP dan bahkan telah mengantongi KTP Denpasar.

Baca Juga:  Kabar Duka, Satu Pasien Dinyatakan Meninggal

“Paling tidak harapan kami, jika sudah bekerja untuk Kota Denpasar, setelah pensiun paling tidak memiliki kartu kesehatan. Ini harus kita pikirkan lagi ke depannya,” tandasnya.

Sementara itu, AA Putu Suarini menuturkan bahwa Wayan Sudana diajak orangtuanya tinggal di tanah miliknya yang terletak di bantaran kali kecil. Kendatipun sejengkal tanah di Kota Denpasar sangat berharga, namun dirinya pun tak memungut biaya sepeserpun dari Sudana.

“Keberadaan mereka sudah diketahui, karena ada iuran untuk pendatang yang tinggal di sini,” ujarnya seraya mengatakan, sejak tiga hari yang lalu, tetangganya ini tidak bisa buang air besar. (jus/kb)