Massa Datangi DPRD Bali Tolak Omnibus Law

Denpasar Peristiwa
Massa Datangi DPRD Bali Tolak Omnibus Law

– Polisi Sempat Tembakkan Gas Air Mata

DENPASAR, Kilasbali.com – Aksi massa yang tergabung dalam Bali Tidak Diam yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja kembali terjadi, Kamis (8/10/2020) sore.

Awalnya massa yang terdiri dari gabungan elemen mahasiswa berkumpul di depan Kampus Unud Jalan Sudirman Denpasar.

Meski sudah diperingati berkali-kali oleh petugas Kepolisian untuk tidak berkerumun dan berorasi di depan kampus, namun massa tetap terkonsentrasi di depan kampus Unud.

Baca Juga:  Edutrips We Love Bali Nikmati Bawah Laut Pantai Putri Menjangan

Dengan membentangkan berbagai poster penolakan terhadap disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) para mahasiswa ini terus melakukan aksinya.

Meskipun di masa pandemi covid-19, namun jumlah mahasiswa yang datang semakin sore semakin banyak. Massa pun akhirnya tumpah ke jalan Sudirman sehingga arus lalu lintas terpaksa dialihkan.

Massa pun kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Bali di renon.

Baca Juga:  Kabar Baik, Sembuh 141 Orang

Namun sebelum sampai di gedung DPRD massa sempat berbuat beringas dengan melempari mobil polisi yang melintas.

Polisi pun akhirnya membalas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Jasen Avitus Panjaitan mengatakan, aksi anarki yang disertai pelemparan terhadap mobil polisi dilakukan oleh penyusup.

“Tidak ada anggota kami yang terluka. Karena sudah diantisipasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Jadi Saksi Kasus Jerinx, Ketua IDI Bali : Saya Hanya Jaga Marwah Organisasi

Menurutnya, dari perwakilan mahasiswa yang diterima, mereka juga mengakui aksi ini disusupi pihak lain. Karena sejak awal aksi ini niatnya dilakukan di kampus Unud Sudirman. (sgt/kb)