Mayat Darsana Ditemukan Seorang Pemancing

Peristiwa Tabanan
Ket Foto: Petugas saat mengidentifikasi korban

TABANAN, Kilasbali.com – Seorang pemancing, I Wayan Alit Nurgamayasa kaget bukan kepalang. Pasalnya, saat mencari lokasi untuk mancing di Pangkung Lambih, Subak Pesagi, Banjar Dinas Temukuaya, Desa Pesagi, Penebel, Tabanan, warga Banjar Senganan Kanginan, Dusun Senganan, Penebel, Tabanan ini menemukan sesok mayat, Minggu (11/8/2019) sekitar 11.00 WITA.

Sontak menemuan itu membuat pria berusia 30 tahun ini kaget. “Saat saya mencari lokasi yang bagus untuk mancing, saya melihat ada punggung warna biru dan sandal mengapung di kubangan air,” tuturnya.

Mengetahui hal tersebut, saksi pun segelar melapor ke aparat desa dan selanjutnya dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas yang meneruskan menghubungi Polsek Penebel.

Kasubag Humas Polres Tabanan, IPTU I Made Budiarta membenarkan terkait penemuan mayat tersebut. “Korban yang diketahui linglun dan sering ngomong sendiri sempat dilaporkan menghilang tanggal 12 Juli 2019 ke Polsek Penebel, sesuai Laporan Tentang Orang Hilang tanggal 15 Juli 2019,” jelasnya.

Dikatakannya, petugas yang datang ke lokasi penemuan segera melakukan olah TKP. Dan dari hasil pemeriksaan diketahui identitas mayat itu dan bernama I Ketut Darsana, 50, pekerjaan petani, alamat Banjar Bon Dalem, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Mayat tersebut pun diakui dan dibenarkan oleh A.A. Nyoman Tirta, asal Banjar Pesagi, Desa Pesagi, Penebel, Tabanan. Karena, korban itu adalah buruh yang bekerja sebagai tukang bangunan sejak tahun 2008 lalu.

“Yang menguatkan dugaan, saksi masih ingat kartu undangan dan souvenir yang dibawa korban ada dalam tas  hitam milik korban yg ditemukan di TKP,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk mengetahui penyebab kematian, mayat korban kini dikirim ke RSUP Sanglah, dan diantar langsung saksi.

“Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan keadaan korban pada saat ditemukan tertelungkup di aliran sungai yang dangkal dengan kondisi kulit sudah terkelupas, menggunakan baju putih celana jin yang dipotong,” pungkasnya. (kb)