Mayat Membusuk Dalam Kardus Di Megati, Kapolres Tunggu Hasil Otopsi

Peristiwa Tabanan
Ket Foto: Petugas saat melakukan olah TKP penemuan mayat dalam kardus di Megati

TABANAN, Kilasbali.com – Kapolres Tabanan, AKBP Sinar Subawa masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Sanglah untuk memastikan identitas mayat dalam kardus yang ditemukan di Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, pada Minggu (30/6/2019) sore.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Rumah Sakit Sangglah dan menunggu hasil otopsi. Di mana otopsi akan dilakukan pada 3 Juli 2019,” jelasnya, Selasa (2/7/2019).

Kendatipun demikian, Kapolres juga menjelaskan bahwasannya kalau dilihat dari kasat mata, baik itu dari rambut panjang dan pirang, dari kukunya, pihaknya menduga berjenis kelamin perempuan. “Kita duga itu perempuan. Dengan menggunakan celana pendek warna hitam, kemudian kaos juga warna hitam,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang kehilangan sanak keluarga agar segera melapor ke polisi terdekat, khususnya ke Polres Tabanan, sehingga pihaknya mencoba untuk melakukan perbandingan. “Mungkin kita akan lakukan tes DNA. Sehingga bisa mengidentifikasi mayat Mr. X dan juga dengan cepat bisa mengungkap penyebab kematiannya,” bebernya.

Sementara terkait ditanya ada dugaan mayat tersebut telah diformalin dan juga kematiannya cukup lama? Kapolres tidak berani memastikan. Pihaknya kini masih menunggu hasil dari otopsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan mayat dalam kardus gegerkan masyarakat Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Di mana mayat dalam kardus tersebut ditemukan di pinggir Jalan Raya Megati menuju Serampingan, tepatnya di sebelah Selatan kuburan Banjar Adat Megati Kelod, Minggu (30/6/2019).

Mayat dalam kardus tersebut diketahui sekitar pukul 15.00 WITA dengan posisi mayat berada di bawah senderan jalan Kebun milik I Nyoman Widana.

Penemuan mayat dalam kardus tersebut, pertama kali dilihat saksi I Nyoman Dudi Astawa saat sedang menyabit rumput di pingir jalan di lokasi penemuan. Pada saat itu saksi mencium bau yang sangat menyengat.

Setelah dicari, bau tersebut bersumber dari sebuah kardus yang terikat tali rafia warna hitam. Melihat hal yang mencurigakan kemudian saksi mencari saksi I Ketut Surayana untuk bersama-sama membuka kardus tersebut.

Saksi membuka kardus tersebut menggunakan sebatang bambu. Setelah kardus tersebut dibuka dilihat seperti paha manusia. Dan pada saat bersamaan kemudian datang dari arah selatan dengan menggendarai sepeda motor datang saksi I Nyoman Sukarja, sesampai di TKP diberhentikan untuk memastikan benda yang berada di dalam kardus.

Penemuan itu kemudian melaporkan ke Bendesa Adat Megati Kelod I Gusti Putu Ngurah Ariawan yang selanjutnya melaporkan ke Polsek Selemadeg Timur. (kb)