MDA Larang Unjuk Rasa Selama Gering Agung

Denpasar Seni Budaya Tokoh
Bendesa Agung MDA Bali, Ida Panglingsir Putra Sukahet

DENPASAR, Kilasbali.com – Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali mengeluarkan surat Keputusan No: 08/SK/MDA-PBali/X/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Unjuk Rasa di Wewidangan Desa Adat di Bali Selama Gering Agung Covid-19.

Keputusan itupun ditandatangani Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet per Senin (12/10/2020).

“Dalam menyikapi perbedaan pandangan tentang Undang-Undang Cipta Kerja hendaknya juga dilakukan sesuai dengan tuntunan agama, konstitusional, cara baik dan elegan, jauh dari kekerasan, anarkis dan jangan terprovokasi dengan berita-berita hoaks yang tidak benar,” imbaunya.

Baca Juga:  Satgas TMMD Ke-109 Kodim  1611/Badung Sosialisasi Kesehatan dan KB

Pihaknya juga mengingatkan agar jangan merusak Bali yang telah dibangun dengan susah payah ini. “Mari kita selesaikan masalah dengan sebaiknya. Karena masalah pasti selesai sehingga Bali yang sangat kita cintai ini tetap rukun, indah, aman dan damai membahagiakan,” tandasnya.

Dalam keputusan itu, MDA mengingatkan seluruh krama desa adat, krama tamiu, dan tamiu yang ada di wewidangan desa adat di Bali, di mana NKRI merupakan negara hukum yang berdasarkan Pancasila sehingga permasalahan semestinya diselesaikan dengan cara musyawarah atau melalui mekanisme hukum yang konstitusional.

Selain itu, hendaknya para krama tersebut melaksanakan tuntunan agama, mengedepankan musyawarah dengan semangat menyama braya, gilik saguluk para-sparo, salunglung sabayantaka, sarpanaya.

Baca Juga:  Di Denpasar, Pasien Sembuh Bertambah 19

Dalam keputusan itu, juga melarang kegiatan unjuk rasa selama gering agung Covid-19 yang melibatkan peserta lebih daripada seratus orang di setiap wewidangan desa adat.

Kepada para prajuru desa adat se-Bali, diminta untuk melaksanakan keputusan ini bersama-sama krama desa adat, krama tamiu dan tamiu di wewidangan desa adat yang dikoordinasikan dan dikendalikan oleh pecalang desa adat masing-masing dengan penuh disiplin, tertib dan bertangungjawab.

Prajuru Majelis Desa Adat di semua tingkatkan selalu melaksanakan koordinasi, komunikasi dan pemantauan pelaksanaan keputusan ini secara seksama dengan penuh disiplin, tertib dab bertanggung jawab. (jus/kb)