MIMIH…!!! Ini Hasil Sidak Pasar Senggol dan Pasar Umum Negara

Jembrana
Foto: Ilustrasi Obat ilegal

JEMBRANA, Kilabali.com – Petugas gabungan Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Buleleng, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana dan Dinas Kesehatan Jembrana kembali melakukan sidak. Kali ini, petugas menyisir pedagang di Pasar Senggol Negara dan Pasar Umum Negara.

Alhasil, saat sidak di Pasar Senggol pada Selasa malam, 30 Juli 2019, petugas kembali mendapati peredaran jamu mengandung bahan kimia, dan peredaran obat keras secara ilegal.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang dagangan di lapak jamu milik H. Ngatiao, petugas mendapati 300 kemasan jamu dan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat dengan rincian 18 item obat tradisional dalam bentuk botol, kapsul dan serbuk serta satu item obat tradisional yang sudah kadaluarsa.

Selain itu, juga menemukan dua item obat keras yang dijual secara bebas tanpa ijin.

Pihak Loka POM Singaraja menyatakan jamu maupun obat tradisional yang diamankan itu masuk dalam daftar obat yang dilarang beredar oleh BPOM.

Kandungan bahan kimia obat yang terkandung di dalamnya dalam menyebabkan gangguang kesehatan bahkan bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan penyakit hingga berujung kematian.

Barang bukti temuan tersebut langsung disita untuk dimusnahkan. Sedangkan pihak Loka POM Buleleng masih menunggu hasil pencatatan hasil pengawasan terhadap penjualnya.

Sedangkan temuan mencengangkan juga didapati saat petugas gabungan saat menyisir pedagang di Pasar Umum Negara Rabu (31/7/2019).

Petugas mengambil puluhan sampel produk makanan dan minuman yang dicurigai ditambahkan bahan kimia berbahaya, seperti jajanan tradisonal baik kue kering maupun kue basah, tahu, ikan segar maupun ikan asin, terasi, kolang-kaling dan cincau.

Setelah dilakukan pengujian di mobil laboratorium keliling, ditemukan produk pangan mengandung bahan kimia berbahaya, yakni pada jaja uli, sirat dan putu positif mengandung rodhamin B serta ikan segar yang mengandung formalin.

“Kalau obat yang mengandung bahan kimia itu dosisnya tentu tidak bisa dikontrol, jelas itu akan bisa membahayakan kesehatan seperti ginjal, hati dan organ tubuh lainnya. begitupula pada makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya,” jelasnya Kepala Loka POM Buleleng, I Made Heri Bahari Hantana.

Terhadap penjualnya, pihaknya melihat catatan temuan pengawasan sebelumnya, apabila penjualnya tercatat ini lebih dari tiga kali, maka petugas pihaknya akan melanjutkan kasus ini ke proses hukum. (gus/kb)