Ngadonan Lawar, Bupati ‘Satukan Rasa’ Gianyar

Gianyar
Foto : Bupati Gianyar I Made Mahayastra ngadonan lawar di kantornya, saat Penyajaan Galungan.

GIANYAR, Kilasbali.com – Usai kegiatan potong babi oleh masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Gianyar, Bupati Gianyar, I Made “Agus” Mahayastra unjuk kebolehannya ngadonan lawar, Senin (12/4/2021). Namun, kali ini adonan lawarnya sengaja menyesuaikan selera umum, karean dikonsumsi oleh seluruh pimpinan OPD, Staf hingga awak media. Karena dari ngelawar ini, bupati rupanya ‘berpesan’ bahwa dari beragam latar potensi daerah, menyatukan rasa dan tekad yang utama.

Tidak sekadar ‘ngadonan’, dari teknik dan kelincahan tangannya menakar bumbu serta semua bahan, terlihat jika Bupati Mahayastra memang sangat fasih dalam urusan ngelawar. Tanpa ragu, tangannya menyatukan semua unsur rasa, mulai dari manis, pedas, asin, asam, pahit, amis dan seterusnya.

“Saya biasanya suka rasa yang lebih pekat dan pedas. Namun, karena yang menikmati berasal dari beragam selara, ya  saya sengaja sajikan yang lebih umum, agar semua dapat menikmati,” ujarnya sembari menawari salah satu awak media untuk mencicipi.

Baca Juga:  Tak Hanya Dijerat Hukum, Komplotan Pemerkosa Disanksi Pecaruan

Sambil makan bersama, orang nomor satu di Gianyar ini  mengakui sama dengan desa-desa lainnya, di kampung asalnya yakni Payangan, mepatung atau ngelawar sudah jadi kebiasaan. Bahkan di dusunnya, setiap orang yang sudah menikah, mendapat daging babi yang dibayar per tempek (patungan).

“Momen ini sangat bagus untuk berkumpul , sembari mengolah daging menjadi lawar dan menu lainnya, seperti sekarang ini. Meskipun sedikit yang penting maknanya,” papar Mahayastra menekankan.

Pada kesempatan itu, Mahayastra mengajak seluruh masyarakat Gianyar memaknai Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan saling maaf memaafkan dan tidak saling menghujat.

Baca Juga:  Tak Kunjung Difinitif, Plt Kasek SD Was-was

Terlebih, moment Hari Raya Galungan juga bersamaan dengan umat Muslim yang baru memasuki bulan puasa, sehingga momentum itu wajib dimaknai sebaik mungkin.

“Apalagi beberapa bulan ini kita sudah mulai bergerak untuk bangkit dari pandemic. Kita semua harus satukan tekad untuk kembali bangkit dan membangun Gianyar,” tambahnya.

Bupati juga menyampaikan rasa banggnya bahwa stok babi di Kabupaten Gianyar merupakan terbanyak di Bali mencapai 5.000 ekor lebih. Walaupun harga naik, yang penting bagaimana semua umat mensyukuri dan jangan sampai hari raya dijadikan momen untuk jor-joran.

Baca Juga:  Payangan Bakal Sandang Kawasan Wisata

“Mari kita maknai Hari Raya Galungan dan Kuningan ini dengan lebih sederhana namun tetap khusyuk menghaturkan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dan tetap menjalin silahturahmi dengan keluarga,” pungkasnya. (ina/kb)