Nge-Drift, L300 Seruduk Mini Bus

Peristiwa Tabanan

TABANAN, Kilasbali.com – Kecelakaan akibat ngebut hingga nge-drift (ban belakang kendaraan terpleset) terjadi di jalan umum jurusan Denpasar-Gilimanuk  Km 22.800, tepatnya di sebelah barat Patung Adipura Tabanan, Banjar Dauh Pala, Dauh Peken, Tabanan, Senin (8/3/2021), sekitar pukul 8.30 WITA.

Kecelakan jenis depan samping itu, antara kendaraan pickup Mitsubishi L300 DK 8004 JF yang dikemudikan Adde Juli Pramana  Agung, 23, asal Tabanan dengan Microbus/Bus Mini Darma Yoga DK 7017 JW  yang dikemudikan I Ketut Suarda, 62, asal Negara.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum kejadian awalnya L300 datang dari arah timur  jurusan Denpasar menuju ke arah ke jurusan Gilimanuk. Setelah melewati Bundaran Patung Adipura, Tabanan dengan berbelok landai ke kanan, diduga melaju dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga:  Polairud Polda Bali Ungkap Penggelapan BBM Jenis Solar dan Narkotika

Saat berbelok, tiba-tiba ban belakang terpleset alias nge-drift, sehingga menyebabkan kendaraan oleng. Pengemudi yang diduga terkejut, kemudian reflek membanting stir ke kanan sampai ke jalur kanan.

Naas, saat bersamaan dengan itu, melaju bus mini dari arah berlawanan Gilimanuk. Karena jarak yang sangat dekat, kecelakaan pun tidak bisa dihindari. Mobil L300 menyeruduk bus mini.

Akibat kecelakaan itu, pengemudi L300 mengalami luka robek pada dahi kiri, rasa sakit pada dada kiri, sedangkan penumpang yang dibawa, Krisma Yudtya Giri, 22, asal Buleleng mengalami luka robek pada lengan tangan kiri. Kedua orang ini dalam keadaan sadarkan diri kemudian bawa dan dirawat di BRSU Tabanan.

Baca Juga:  MyRepublic Resmi Perluas Layanan Internet Tanpa Batas Hingga ke Bali

Sementara itu, pengemudi mini bus dalam keadaan selamat. Sedangkan penumpangnya, Ni Wayan Marheni, 56, asal Tabanan, mengalami rasa sakit pada perut, dan sadarkan diri. Namun tidak sampai dibawa ke Rumah Sakit.

Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu Nyoman Subagia membenarkan perisitiwa itu. Menurutnya, pemicu kecelakaan itu diduga akibat pengemudi L 300 kurang hati – hati, dan kurang konsentrasi saat di tikungan landai ke kanan, hingga menyebabkan oleng.

“Diduga melaju dengan kecepatan tinggi kemudian oleng atau berjalan zig zag, sehingga menjadi penyebab terjadinya tabrakan tersebut,” singkat Subagai. (gd/jus/kb)