Ngembak Geni, Monkey Forest Sepi Pengunjung

Gianyar News Update Pariwisata
Foto : Suasana Obyek Wisata Monkey Forest Ubud.

GIANYAR, Kilasbali.com – Hari Ngembak Geni (sehari setelah Hari Raya Nyepi), objek wisata di Gianyar sepi dari pengunjung lokal. Seperti halnya di objek wisata Monkey Forest, Ubud, yang kerap dijadikan tujuan alternatif, Senin (15/3/2021) terlihat lenggang.

Bukan lantaran imbauan pemerintah, namun, warga sebagian besar memilih jaga pengeluaran.

I Ketut Supri (35), warga Petulu yang ditemui di Objek Mongkey Forest menyebutkan, kali ini ia hanya mengantar anaknya yang paling kecil. Disebutkan, sebelumnya dia berlibur bersama seluruh keluarganya.

Baca Juga:  Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 64 Orang

“Kalau Ngembak Geni, tempat favorit kami emang di Mongkey Forest, anak-anak suka ngasi makan kera. Namun dalam situasi kali ini, saya hanya mengantar anak yang paling kecil. Kondisi sekarang kita harus hemat,” ungkap Ketut.

Sementara itu, hingga Senin sore, objek Wisata yang menawarkan koloni kera tersebut tidak lebih dikunjungi oleh 70 orang. “Sampai siang ini belum mencapai 100 pengunjung, ” ungkap Nyoman Cebur, salah satu petugas.

Lanjutnya, dalam masa pendemi ini setiap harinya ada saja yang berkunjung ke objek wisata tersebut. Namun tidak seramai saat situasi normal. Kebanyakan yang berkunjung merupakan wisatawan lokal.

Baca Juga:  Pasar Relokasi Sukawati Diharapkan Jadi Pasar Hewan

“Wisatawan asing hanya satu dua, kebanyakan domestik. Saat pandemi ini kalau sebulannya sekitar 180an orang berkujung. Saat normal kunjungan bisa mencapai 4000/hari,” ungkapnya.

Sementara Bendesa Adat Padagang Tegal, I Made Gandra, mengakui situasi saat ini masih sepi. Wisatawan yang berkunjung bisa dihitung dengan jari.

Terkait makanan untuk habitat kera, kata dia, porsi masih tetap sama. Tidak ada pengurangan pakan kepada kawanan kera.

Baca Juga:  Pemkot Terima CSR Kursi Roda dari PT Pelindo 3 dan PT Taspen Denpasar

“Pakan tetap kita berikan, tidak ada hubungan dengan pandemi, sama kayak kita manusia mereka tetap makan,” terangnya singkat. (ina/kb)