ODP Covid-19 di Jembrana Bertambah Jadi 28 Orang

Jembrana
Foto: Ilustrasi

JEMBRANA, Kilasbali.com – Jumlah komulatif orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Jembrana semakin bertambah. Hingga Minggu (29/3/2020), jumlah OPD mencapai 28 orang.

Koordinator Satgas Kesehatan Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Jembrana, I Gusti Agung Putu Arisantha menyebutkan, puluhan ODP tersebut juga termasuk kaling/kelihan banjar yang memiliki riwayat berpergian ke daerah transmisi.

“Mereka yang masuk ODP adalah yang memiliki riwayat perjalanan atau datang dari daerah-daerah transmisi (deraha terjangkit), sempat ke rumah sakit yang merawat pasien corona atau sempat kontak dengan penderita corona, juga secara klinis menunjukan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, batuk pilek atau sesak nafas,” ungkapnya.

Baca Juga:  Distribusikan Sembako APHB, FKRH Jembrana Sasar Lansia di 20 Banjar

Menurutnya seluruh ODP tersebut saat ini masih harus menjalani isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing. Selain itu mereka juga mendapatkan pemantauan dari tenaga medis.

Dari 21 orang ODP pada pertengahan pekan lalu, juga sudah ada empat orang yang selesai masa isolasi diri.

“Seorang ODP juga sempat menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara. Namun kini kondisinya sudah membaik dan sudah dipulangkan pertengah pekan lalu,” ujarnya.

Baca Juga:  Gugus Tugas Apresiasi Pelaksanaan Sholat Ied di Rumah Dalam Situasi Pandemi Covid-19

Sementara terkait kaling maupun kelihan banjar yang sempat berpergian ke Jawa juga masih menjalani pemantaua.

“6 orang kepala kewilayahan yang masuk ODP sekarang kondisi kesehatannya sudah membaik. Tapi masih harus menjalani isolasi diri,” tegasnya.

Ditambahkanya, petugas survailance dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana serta Puskesmas yang mewilayahi terus memantau kondisi kesehatan ODP ini.

Baca Juga:  Update 24 Mei 2020, Positif 394 dan Sembuh 293 Orang

Kendati saat ini ODP tersebut diakuinya memang mengalami keluhan gejala seperti batuk, pilek ataupun demam, namun tidak ada yang berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Saat ini tidak ada pasien yang PDP atau ODP di Jembrana,” jelas Kabid Pencegahan dan Penanggulang Penyakit ini. (gus/kb)