Oknum Guru di Buleleng Jerumuskan Siswinya Thresome

Buleleng Kriminal
Foto: Oknum guru dan pacarnya saat pres rilis di Mapolres Buleleng.

BULELENG, Kilasbali.com – Kelakuan oknum guru perempuan ini tidak patut untuk ditiru. Pasalnya, oknum guru inisial Ni Made SND (29) yang mengajar SMK di Singaraja tega menjerumuskan siswinya V (15) untuk berhubungan badan dengan pria inisial AA. PW yang merupakan pacar Ni Made SND.

Dari informasi yang dikumpulkan, perilaku sex menyimpang ini terjadi pada Sabtu Oktober 2019 di salah satu kost pelaku AA. PW. Di mana berawal dari Ni Made SND yang yang merupakan guru bahasanya korban dengan pacarnya yang merupakan pegawai honorer Pemkab Buleleng.

Setelah janjian, Ni Made SND mengajak korban ke kos pacarnya di jalan Sahadewa. Sesampai di kos, guru inipun memaksa korban untuk duduk di kasur.

Irionisnya, SND yang berpacaran dengan PW pun melakukan persetubuhan dan ditonton oleh korban. Seusai berhubungan layak sensor itu, tiba-tiba PW langsung memegang korban dan menciumnya. Sedangkan SND memegang tangan korban. Korban akhirnya disetubuhi oleh PW.

Tak terima dengan ulah bejat guru dan pacarnya, korban V pun mengadukan kejadian yang menimpa dirinya kepada orangtuanya, yang kemudian langsung dilaporkan ke Mapolres Buleleng pada Rabu (6/11/2019).

Mendapat laporan tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan dan mengamankan oknum guru dan pacaranya itu. Dihadapan polisi, PW mengaku, nekat melakukan aksi sex bertiga (thresome) lantaran terobsesi dengan video porno yang dikoleksinya.

Sehingga dirinya meminta SND yang dipacarinya sejak dua tahun lalu, untuk mencarikan wanita lain agar mau berhubungan badan bertiga.

“Awalnya saya bercanda, terus dikasik tahu sama SND, bahwa salah satu muridnya ada nakal. Diajak cuma satu kali, waktu itu saja,” aku PW.

Sementara itu SND mengaku, nekat menyerahkan salah satu siswinya untuk disetubuhi pacarnya karena permintaan dari pacarnya sendiri. Dirinya nekat menjerumuskan siswinya karena mendengar kabar bahwa V merupakan anak yang nakal.

“Saya ajak jalan-jalan, terus ke kost pacar. Dalam kamar cuma ngobrol, saya ciuman sama pacar, dia diam. Bukan karena paksaan. Dari pacar dia inginkan, karena ingin coba hal baru. Saya turutin,” ujar SND.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Vicky Tri Haryanto mengatakan, aksi ini terungkap dari laporan orangtua korban. Orangtua korban mengetahui kejadian ini, berawal dari berhembusnya cerita tempat korban bersekolah hingga ke orangtua korban, bahwa korban telah disetubuhi.

“Korban diajak ke kost pacar pelaki. Disana antara pelaku 1 dan 2 yang memang pacaran awalnya lakukan hubungan badan, dengan maksud agar korban terangsang, tapi tidak. Saat itulah korban dipaksa,” ungkap AKP. Vicky. (ka/KB)