Pameran Bali Bangkit, Geliatkan Pelaku UMKM

Denpasar Ekonomi Bisnis
Pameran UMKM Bali Bangkit di Taman Budaya Bali

DENPASAR, Kilasbali.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster mengatakan, Pameran UMKM Bali Bangkit yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Provinsi Bali bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali di Taman Budaya Bali, bertujuan untuk membangkitkan perekonomian bagi pelaku Idustri Kecil Menengah (IKM) dan juga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, di awal tahun 2021 ini, pameran ini kembali digelar untuk yang ketiga kalinya dan diikuti sebanyak 91 pelaku IKM/UMKM yang akan berpameran selama 13 hari di Taman Budaya Bali (Art Centre) ini, yaitu dari 13 – 15 Januari 2020. “Pameran ini bukan untuk mencari keuntungan pribadi akan tetapi untuk mengeliatkan para pelaku UMKM di tengah pandemi,” ujarnya, Senin (4/1/2021).

Menurutnya, IKM/UMKM tidak hanya sekadar bisnis untuk meraup keuntungan. Namun, juga sebagai cara pelestarian warisan leluhur dari produk-produk kearifan lokal yang bernilai tinggi. Putri Koster berharap, nilai kearifan lokal berupa kerajinan akan terus meningkat dan bukan justru mengalami penurunan kualitas atau bahan baku. “Kita contohkan perak, dulu kita ngukir perak, tapi sekarang malah nyetak alpaka. Itu menurunkan grade kerajinan itu sendiri,” ujarnya.

Baca Juga:  Operasi Yustisi Serentak di Tabanan Jaring 80 Pelanggar Prokes, 6 Orang Didenda

Putri Koster menegaskan, produk yang ditawarkan dalam pameran inipun cukup murah dibandingkan dengan tempat lain. “Contoh saja songket yang dijual hanya Rp1 juta. Tapi coba di tempat lain dan dilepasliar dari tangan ke tangan bisa mencapai Rp3 juta ke tangan konsumen. Jadi kami disini memberi edukasi, berapa mencari untung. Maksimal 25 persen. Misalnya dari harga Rp1 juta jualah Rp1,250 juta, jangan jadi Rp3 juta,” jelasnya.

Baca Juga:  Ace Hardware Indonesia Donasikan 2000 APD untuk Bali

Ke depan, pihaknya pun berencana akan mengusulkan agar UPT Taman Budaya ini tidak lagi menjadi unit penghasil yang harus menyetor untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Akan tetapi menjadi unit sosial, sehingga masyarakat umum khususnya pelaku IKM/UMKM yang ingin melakukan kegiatan mendapatkan fasilitas gratis.

“Pelaku IKM/UMKM tempatnya harapan kita bergantung untuk pelestarian budaya leluhur berupa kerajinan dan berkembang sesuai kemajuan jaman. Tetapi, perkembangannya jangan sampai ambyar, merubah images dan kualitas produk kita. Jangan menurunkan warisan yang sudah bagus,” harapnya. (jus/kb)