Pandemi Covid-19, Harga Jagung Ikut Anjlok

Denpasar Ekonomi Bisnis
Jagung

DENPASAR, Kilasbali.com – Hamparan kebun jagung di kawasan pantai Padang Galak Denpasar, kini mulai memasuki musim panen.

Namun para petani jagung di kawasan ini tidak bisa merasakan keuntungan seperti musim panen sebelumnya, karena harga jagung anjlok akibat dari pandemi Covid-19.

Seorang petani jagung Made Warta, Selasa (21/7/2020) mengungkapkan harga jagung saat panen kali ini tidak sesuai dengan harapan.

Baca Juga:  13 Desa/Kelurahan Tambah Kasus Covid-19 Baru

Jika dulu jagung manis dan jagung ketan per biji bisa dijual hingga mencapai Rp 2.000 per biji untuk ukuran yang besar.

Namun kini jagung dengan ukuran yang sama hanya dijual pada kisaran harga Rp 1.000 sampai Rp 1.200 per bijinya.

“Itu pun saat ini banyak langganan kami yang berkurang akibat pandemi corona ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  KEREN! Pemkab Tabanan Raih WTP 6 Kali Berturut-turut

Made Warta menambahkan jika dulu banyak pedagang jagung bakar yang menjadi langganan tetapnya.

Namun di masa pandemi ini, beberapa langganannya ada yang masih bertahan di kampung halamannya, sehingga pelanggannya berkurang. (sgt/kb)