Pandemi Covid-19, Penyalahgunaan Ganja Marak

Denpasar
Kabid Pemberantasan BNNP Bali Putu Agus Arjaya,

DENPASAR, Kilasbali.com – Pengguna ganja di masa pandemi Covid-19 ini masih marak, karena sekarang memasuki musim panen.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Pemberantasan BNNP Bali Putu Agus Arjaya, saat ditemui di Denpasar, Senin (12/4/2021).

“Pandemi orang cenderung diam. Bingung dia diam, akhirnya menggunakan hal-hal salah. Itu dengan menggunakan ganja. Ini banyak pelakunya pelukis, seniman, peselancar, dan sebagainya,” terangnya.

Baca Juga:  Disabilitas Denpasar Ikuti Vaksinasi Covid-19, Arya Wibawa Ajak Terapkan Prokes

Putu Agus Arjaya menambahkan,
BNNP Bali sebelumnya telah memusnahkan barang bukti 28 Kilogram ganja sitaan bulan April 2021.

Ia menjelaskan, jumlah barang bukti narkotika yang dimusnahkan adalah jumlah total yang disisihkan terlebih dahulu untuk lab, kemudian disisihkan untuk persidangan.

“Nah baru kemudian sisanya kita musnahkan. Tujuan pemusnahan untuk menjaga akuntibilitas pengelolaan barang bukti narkotika. Jangan sampai ada yang hilang, jangan sampai ada yang disalahgunakan. Kita tutup celah itu. Kemudian jangan sampai dia rusak barang-barang itu,” paparnya.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar - Kejari Resmi Kerjasama Bidang Perdata dan TUN

Pengelolaan barang bukti di BNNP Bali, menurut Agus Arjaya sudah ada standarnya. Sudah ada pemantauan internal secara berlapis dan juga pemantauan dari BNN RI.

Terkait mesin pemusnah barang bukti narkotika atau insenerator, menurutnya mesin ini sudah dirancang lewat standar khusus dari BNN RI.

“Yang mendapatkan alat pemusnah ini tidak hanya BNNP Bali, jadi hampir semua BNNP yang ada di seluruh Indonesia. Alat ini sudah dirancang dengan ketinggian 5 meter, kemudian ada filternya yang memfilter partikel-partikelnya. Jadi aman,” pungkasnya.(sgt/kb)