Pandemi Covid-19, Persaingan Calon Polisi Makin Ketat

Gianyar
Foto: Perserta saat menunggu pengumuman kelulusan seleksi.

GIANYAR, Kilasbali.com – Di tengah pandemi Covid-19, minat masyarakat Gianyar untuk menjadi polisi semakin tinggi. Bahkan dari seluruh kabupaten/kota di Bali, peminat dari Gianyar adalah yang terbanyak.

Sejumlah orang tua yang anaknya ikut seleksi, berharap anaknya lolos, mengingat sektor lainnya seperti pariwisata, kini dinilai tidak memiliki stabilitas masa depan.

Memang, sejak Kepolisian Republik Indonesia membuka penerimaan anggota Polri sejak 7 Maret lalu, ratusan pendaftar antusias mendatangi Mapolres Gianyar Kota untuk mendaftar sebagai anggota Polri.

Hingga hasil seleksi tahap pertama Bintara Polisi Tugas Umum (PTU), Bintara Kompetensi Khusus, dan Tamtama diumumkan di Mapolres Gianyar, Minggu (18/4/2021), para calon yang lulus harus bersiap untuk sleksi berikutnya yang dipastikan berlangsung ketat.

Baca Juga:  Idelogi Pancasila Cegah Radikalisme

Sembagaimana hasil seleksi tahap pertama diumumkan bahwa 393 calon Bintara PTU memenuhi syarat.

Sementara 12 peserta gugur. Bintara Kompetensi Khusus, jumlah peserta 17, Menuhi syarat 16, mengundurkan diri 1 peserta karena sakit.

Untuk Tamtama jumlah peserta 27 semua memenuhi syarat. Sementara untuk AKPOL masih dalam tahapan seleksi.

Kompol Ketut Suartika Adnyana, sekretaris Panbandrim, seizin ketua Panbadrim AKBP Dewa Made Adnyana, mengatakan animo masyarakat Gianyar agar anaknya mengabdi di institusi kepolisian banyak sekali. Bahkan jumlahnya paling banyak di Bali.

“Dari awal verifikasi berkas jumlah peserta sebanyak 566, ini terbanyak di Bali,” ujarnya.

Baca Juga:  Pastikan Gianyar Ketat, Petugas Periksa Truk

Dalam verikisasi berkas dilakukan ukur tinggi badan, berat badan, pemerikasan umur, domisili, dan periksaan ijazah, dan pemerikasaan administrasi rigim.

Hasilnya didapatkan 393 calon Bintara PTU memenuhi syarat. Sementara 12 peserta gugur.

“Banyak yang tingginya kurang, memilki riwayat penyakit dan salah satunya ada yang terpapar Covid-19,” jelasnya.

Namun terkait peserta yang gugur karena terpapar Covid-19, pihaknya tidak mengetahui detail indentitas peserta tersebut. Hanya memang saat seleksi tidak ikut karena masih dalam karantina.

Baca Juga:  Warga Singapura Titip Sembako untuk Warga Ketewel

Sementara hasil Bintara Kompetensi Khusus, jumlah peserta 17, Menuhi syarat 16, mengundurkan diri 1 peserta karena sakit. Untuk Tamtama jumlah peserta 27 semua memenuhi syarat. Sementara untuk AKPOL masih dalam tahapan seleksi.

“Jumlah keseluruhan terdapat 449, memenuhi syarat 436 dan gugur 13. Selanjut tim pusat yang akan melakukan seksi,” ungkapnya.

Ditegaskan pula jika dalam seleksi dengan sistem Betah. Jadi dipastikan  transparan, akuntabel dan humanis. “Selama pelaksanaan verifikasi, setiap saat diadakan sosialiasi bagi peserta yang hadir mengingatkan tinggi badan, dan tidak boleh menghubungi siapa pun. Yang bisa meloloskan hanya diri peserta sendiri,” pungkasnya. (ina/kb)