Pariwisata Gianyar di Titik Minus, Kewirausahaan Digenjot

Gianyar Pariwisata
Foto: Salah satu artshop di Gianyar yang tampak sepi.

GIANYAR, Kilasbali.com – Harapan tahun 2021 pariwista akan berangsur pulih seiring adanya vaksinasi Covid-19 kandas. Kenyataannya, paparan virus mematikan ini mengalami peningkatan tajam hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang kini akan diperpanjang.

Ini artinya pariwisata Gianyar khususnya, akan tetap berposisi di titik minus. Mengantisapasi melonjaknya pengangguran, Pemkab Gianyar pun berupaya untuk menggenjot pelatihan kewirausahaan.

Kadispar Gianyar, AA Gede Putrawan mengungkapkan, pihaknya masih berharap banyak pelaku usaha pariwisata bertahan. Setidaknya dengan mengandalkan wisatawan domestik.

Diakuinya, ada beberapa usaha pariwisata akomodasi sebagian masih bertahan, walau sebagian pekerjanya di rumahkan.

“Memang kondisi pariwisata di Bali, khususnya di Gianyar saat ini sudah pada titik minus. Pemilik akomodasi masih berusaha melakukan perawatan, walau dengan biaya yang sangat efisien,” katanya, Kamis (21/1/2021).

Dikatakannya, usaha pariwisata yang saat ini masih bias menggerakkan roda perekonomian adalah wisata pedesaan. Wisata pedesaan dengan menawarkan spot alam tentunya terjangkau oleh wisatawan lokal dan domestik.

Baca Juga:  Program Transmigrasi di Gianyar Sepi Peminat

Dengan kondisi ini, Kadispar berharap potensi-potensi wisata desa lebih dikembangkan guna menarik wisatawan lokal.

Sementara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Gianyar memetakan lapangan pekerjaan sangat minim di pandemi ini. Di sisi lain, jumlah angkatan kerja terus mengalami peningkatan tanjam.

Dalam menyikapi kondisi tersebut, di tahun 2021 ini, Disnakertrans Gianyar akan fokus melakukan pelatihan kewirausahaan.

Baca Juga:  Idelogi Pancasila Cegah Radikalisme

Kepala Disnakertrans Gianyar, Anak Agung Dalem Jagaditha, tidak merinci angka jumlah lapangan dan angkatan kerja di awal tahun ini. Pun demikian dengan jumlah pengangguran pasca pandemi Covid-19.

“Kalau sajian data, sesungguhnya BPS (Badan Pusat Statistik) yang menyajikan. Cuman kemarin kami konfirmasi, sajian kabupaten tidak tersajikan. Hanya provinsi,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya optimis sektor wirausaha masih bisa diandalkan dalam masa krisis ini. Karena hanya kewirausahaan yang akan bisa tetap eksis, dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Gianyar.

Baca Juga:  Di Tengah Pandemi, 'Jaja Uli' Selamatkan Warga Batur Sari

“Kita masih terus mengevaluasi perkembangannya. Di tingkat UMKM contohnya. Karena kebutuhan masyarakat yang saling mengisi ini akan amenjadi potesi yang harus dimaksimalkan dengan pendekatan pemasaran market lokal,” ujarnya.

Karena itupula, pihaknya terus menggenjot pelatihan kewirausahaan. Adapun kuota untuk pelatihan kewirausahaan ini, kata dia, sebanyak 96 orang, dan yang sudah mendaftar sebanyak 34 orang.

Mekanisme ikut pelatihan ini, ada sistem yang bisa menginformasikan pada generasi muda Gianyar angkatan kerja untuk bisa bergabung dalam pelatihan.

“Kuotanya, untuk non boarding 96 orang, kemarin saya pantau ada 34 yang sudah mendaftar,” pungkasnya. (ina/kb)