Pasar Ubud Terapkan Physical Distancing

Gianyar
Foto :  Suasana Pasar Ubud yang menerapkan physical distancing.

GIANYAR, Kilasbali.com – Pembatasan jam buka dan tutup pasar yang diterapkan Pemkab Gianyar dinilai kurang maksimal dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19. Kali ini, untuk Pasar Ubud, Dinas Perdagangan (Disperindag) Gianyar mencoba strategi baru dalam menerapkan physical distancing dengan memposisikan para pedagang yang berjarak. Dimulai Kamis (7/5/2020) dan hingga Jumat (8/5/2020) penerapannya terbilang efektif.

Penerapan jaga jarak antar pedagang ini, awalnya adalah permintaan dari Binawisata Ubud yang kemudian direspon cepat oleh Pemkab Gianyar. Sebelum menerapkan phisikal distancing ini, sejumlah kantung parkir pun disiapkan untuk para pedagang.

Karena  sistem jaga jarak diterapkan, maka pasar harus menyediakan lahan yang relatif luas untuk para pedagang.

Baca Juga:  Tetap Disiplin! Sembuh 86, Positif 130 dan Meninggal 7 Orang

“Pedagang yang kita beri jaraak ini kami fokuskan untuk pedagang tradisional yang buka dari pukul 07.00 Wota sampai 09.30 Wita,” ungkap Kepala Pasar Ubud, I Wayan Sukadana.

Dari kebijakan ini, areal yang sebelumnya menjadi tempat parkir, saat ini sama sekali tidak boleh ada kendaraan. Kendaraan roda dua, diarahkan parkir di depan kantor Lurah Ubud dan Jalan Suweta atau sebelah barat Puri Agung Ubud.

Sementara untuk kendaraan roda empat, diarahkan ke Central Parkir Ubud dan Central Parkir Monkey Forest.

Baca Juga:  Di Jembrana, Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Jaring 8 Pelanggar

Dengan adanya pengaturan parkir ini, kata Sukadana, 300 lebih pedagang tradisional yang sebelumnya berdesakan, kini bisa menerapkan jaga jarak, di mana rata-rata jarak yang ditetapkan mulai dari 1 meter sampai 1,5 meter.

“Dimulai dari pedagang, kami syukuri sangat menaati aturan yang physical distancing. Pasar Ubud yang lahan pelataran mencapai 6.000 meter persegi ini menampung semua pedang,” tandasnya.

Sementara masyarakat yang berbelanja ke Pasar Ubud, mengapresiasi sistem jaga jarak tersebut. Di mana mereka merasa lebih nyaman dan tidak memiliki perasaan was-was lagi saat membeli kebutuhan pokoknya.

Baca Juga:  Peringati HUT Ke-75 TNI, Kodam IX/Udayana Gelar Donor Darah di 100 Kantor PMI Wilayah Provinsi Bali, NTB dan NTT

“Mudah-mudahn ini tertib berkelanjutan di sistuai sekarang ini. Kami pun merasa nyaman karena tidak aberdesak-desakan alagi.  Dengan system jaga jarak ini, pasar juga kelihatan  lebih rapi,” ujar pengunjung pasar Ni Nyoman Purnami. (ina/kb)