Pelantikan DPRD Jembrana Berbusana Adat Bali

Jembrana Politik
Foto: Pelantikan Anggota DPRD Jembrana.

JEMBRANA, Kilasbali.com – Upacara mejaya-jaya mengawali pelantikan 35 Anggota DPRD Jembrana masa jabatan 2019-2024 Selasa (13/8/2019). Dan dari jumlah tersebut, 16 orang merupakan dewan newcomer. Di mana sebagai Pimpinan DPRD Jembrana sementara hingga terbentukanya pimpinan dewan definitive, ketua dijabat sementara Ni Made Sri Sutharmi dan I Wayan Suardika kini menjabat sebagai.

Dalam pelantikan pengambilan sumpah/janji dipandu Ketua Pengadilan Negeri (PN) Negara, Benny Octavianus dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan, penyerahan SK Gubernur Bali dan penyematan pin emas 22 karat.

Ketua DPRD Jembrana periode 2014-2019, I Ketut Sugiasa usai memimpin Rapat Paripurna Istimewa berharap semua pimpinan dan anggota DPRD yang dilantik ini harus tau fungsi.

“Bagaimana menjalankan fungsi legislasi, dewan minimal memiliki inisiatif dan inovasi membentuk perda lebih banyak,” ujarnya.

Menurutnya juga diperlukan kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif. Pihaknya juga meminta anggota dewan anyar harus merubah diri. “Jangan sampai arogan, tidak saling menghormati, menghargai, tau memposisikan diri,” tandasnya.

Sementara Sekretaris DPRD Jembrana, I Made Sudantra menyatakan tugas pokok pimpinan sementara DPRD yang telah ditetapkan tersebut adalah memimpin rapat DPRD, memfasilitasi pembentukan fraksi, memfasilitasi penyusunan rancangan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib, dan memproses penetapan Pimpinan DPRD Kabupaten Jembrana definitif.

Sedangkan Pimpinan Dewan Sementara, Ni Made Sri Sutharmi mengatakan pihaknya menargetkan untuk penetapan Pimpinan DPRD Kabupaten Jembrana definitif sudah terbentuk paling labat September depan. “Dari PDI P sudah ada rekomendasi pimpinan partai, tinggal menunggu dari Golkar dan Gerindra saja,” ungkapnya.

Begitupula alat kelengkapan dewan ditargetkan sudah terbentuk Agustus ini. Ke dapannya pihaknya ingin bersinergi dengan eksekutif sehingga program yang pro rakyat bisa dilaksanakan dengan sukses.

Sebagai Ketua DPRD wanita pertama di Bali, ia akan mendorong kaum perempuan Jembrana untuk bisa maju dan mandiri, setara dengan kaum laki-laki. “Tetapi saya akan melaksanakan seluruh program kegiatan tidak membedakan laki dan perempuan,” tandasnya. (gus/kb)