Peluncuran Buku Blengbong, Terbitkan Karya 58 Penyair Pos Budaya Asuhan ULP

Denpasar

DENPASAR, Kilasbali.com – Buku bertajuk Blengbong berisi karya dari 58 penyair yang pernah dimuat dalam halaman Pos Budaya asuhan Umbu Landu Paranggi (ULP) di Bali Post, diluncurkan hari ini, Selasa (25/5/2021) malam di depan Gedung Kriya, Taman Budaya Denpasar.

Penerbitan buku ini dikuratori oleh Ketut Syahruwardi Abbas, GM Sukawidana dan Wayan Jengki Sunarta.

Selain itu, karya dari penyair ini juga direspon menjadi sketsa rupa oleh perupa Nyoman Wirata dan dipamerkan di Gedung Kriya.

Salah satu kurator, Ketut Syahruwardi Abbas mengatakan ada ratusan penyair yang pernah dimuat di halam Pos Budaya ini.

Abbas mengatakan, tidak semua bisa dilacak keberadaannya karena beberapa di antaranya sudah tidak aktif menulis dan ada juga yang sudah meninggal.

“Dari ratusan penyair yang namanya kami kumpulkan, kami verifikasi lagi, dan memang tidak semua bisa kami lacak dan hubungi. Beberapa yang meninggal kami temui ahli warisnya dan minta ijin untuk dimuat dan beberapa juga ada yang di Jawa yang bisa kami lacak,” sebutnya.

Baca Juga:  Hadiri Pembukaan PKB XLIII Tahun 2021, Jaya Negara: Jadi Wahana Puncak Kreatifitas Seniman di Masa Pandemi

Setelah dilakukan verifikasi dengan menghubungi penyair maupun ahli waris, yang bisa terlacak hanya 58 penyair.

“Ini bukan karena Umbu meninggal maka kami terbitkan, tapi sudah jauh sebelumnya dan kami kumpulkan,” katanya.

Ia mengatakan banyak penyair yang telah dimuat di Posbud ini sukses menembus media nasional, menerima banyak penghargaan, bahkan diundang ke berbagai negara seperti Belanda, Jerman hingga Inggris membawakan puisinya.

Baca Juga:  Dekati Herd Immunity, Vaksinasi Covid-19 di Kota Denpasar Capai 65,66 Persen

Baginya dengan kehadiran Umbu lewat Posbud ini telah mencetak ratusan penyair yang bahkan melebihi jumlah penyair di daerah lain di Indonesia.

“Umbu itu bagai air yang membiarkan penyair berproses, sementara ada juga Bang Frans Nadjira yang menempa penyair Bali seperti api, dimana ia akan mencoret puisi penyair dan memperbaikinya,” imbuhnya.

Ia mengatakan, halaman Posbud ini lahir sejak tahun 1980-an hingga tahun 2000-an awal yang selanjutnya diganti menjadi Pos Mahasiswa hingga Pos Pelajar.

Sementara itu, lewat goresannya, perupa Nyoman Wirata merespon puisi dari penyair yang dimuat di buku ini.

Baca Juga:  Kader Golkar Rontok, Sugawa Akan Dilaporkan ke Mahkamah Partai

Dalam waktu singkat, Wirata menghasilkan hingga 66 sketsa yang dipersembahkan untuk penyair yang dimuat dalam buku ini.

“Kami tidak meminta, beliau yang menawarkan diri, karena beliau begitu rindu dengan teman-temannya dulu sehingga semua dibuatkan sketsa, padahal awalnya kami hanya minta dibuatkan beberapa ilustrasi saja,” paparnya.

Selain itu, satu lukisannya yang berjudul Kuda Putih yang dipersembahkan untuk ULP juga dilelang dalam peluncuran buku.

Dimana, hasil dari lelang tersebut akan digunakan sebagai biaya untuk penerbitan buku kumpulan puisi ULP yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.(sgt/kb)