Pemadaman TPA Mandung Gunakan Air Irigasi, Petani Subak Mumbu Komplin

Tabanan
Foto: Petugas Damkar berusaha memadamkan api di TPA Mandung.

TABANAN, Kilasbali.com – Petani di Subak Mumbu Komplin. Pasalnya, pemadaman kebakaran di TPA Mandung yang berlokasi di Banjar Mandung, Desa Sembung Gede Kecamatan Kerambitan tersebut, menyedot air saluran irigasi yang mengairi subak mereka.

Padahal, debit air di saluran irigasi ini tengah menurun karena musim kemarau panjang. Selain itu, juga masih ada lahan sawah petani yang memerlukan air.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan komplin dari subak. Karena, air yang mengalir ke sawah mereka berkurang karena disedot oleh petugas Pemadam Kebakaran untuk keperluan memadamkan asap di TPA Mandung.

“Jadi debit airnya memang kecil karena sedang puncaknya musim kemarau, jadi otomatis aliran ke sawah kecil, karena kami juga gunakan untuk pemadaman,” terang Subagia saat rapat evaluasi hasil sidak yang digelar Komisi II DRPD Tabanan dengan memanggil Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, Satpol PP Tabanan dan Dinas PUPRPKP Tabanan, Rabu (9/10/2019) di ruang rapat Lantai III DPRD Tabanan.

Menurutnya, persoalan itu telah diselesaikan dengan musyawarah mufakat, apalagi DLH sudah meminta ijin akan menggunakan air dengan cara dibagi disaat terjadi gawat darurat di TPA. Dan saat ini air sudah mengalir normal.

“Yang kemarin-kemarin airnya cukup banyak diambil karena Damkar yang datang juga ada dari Damkar Badung, Bangli itu sebabnya debit air ke sawah sedikit, kalau sekarang kan hanya Damkar Tabanan saja,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Tabanan Wayan Lara mengatakan bahwa pihaknya memahami upaya pemadaman sudah dilakukan dengan berbagai cara. Namun pihaknya tetap meminta agar bisa segera dilakukan pemadaman secara total.

Dikatakannya, jika memang perlu selang untuk memadamkan asap, maka harus disampaikan kepada pemerintah daerah. “Jadi nanti akan kami sampaikan ke pimpinan apa yang dibutuhkan, karena ini sifatnya urgent,” tegasnya.

Ia juga meminta agar seluruh instansi berkoordinasi terkait dengan rencana program yang dibuat. Sehingga dewan mengetahui apa yang kurang supaya bisa disampaikan di rapat kerja

“Saat ini antara eksekutif dan legislatif seperti ‘memusuh’ padahal kita adalah rekan kerja. Jadi berikan kami draftnya supaya bisa disampaikan di rapat kerja. Dewan tidak ada motong-motong anggaran,” pungkasnya. (KB)