Pemantapan Komunikasi Publik, Kasubbag Humas Polres Tabanan Berikan Arahan Tentang Penulisan Berita

Birokrasi Tabanan
Foto: Kasubbag Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia saat memberikan arahan kepada personelnya

TABANAN, Kilasbali.com-Dalam rangka Pemantapan Komunikasi Publik yang merupakan Program Prioritas Kapolri, Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia, S.Sos seijin Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy PS Siregar S.I.K., M.H. melalui Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Nengah Sudiarta, S.Sos., memberikan arahan kepada Personil Bag Ops dan Humas Polres Tabanan saat pelaksanaan Apel fungsi di lapangan Apel Polres Tabanan, Kamis (29/4/2021).

Kasubbag Humas Polres Tabanan dalam arahannya menyampaikan bahwa didalam penulisan Berita ataupun penulisan laporan pada setiap kegiatan agar tidak melakukan penulisan kata kata dengan huruf yang disingkat, contoh Kata “Dengan ” jangan ditulis “Dgn” dan lainnya.

“Dalam penulisan Berita ataupun laporan setidaknya mengandung unsur 7 Kah, Siapakah, Dimanakah, Kapankah, Bilamanakah , Bagaimanakah, Dengan siapakah , Dengan apakah, yang Kalau didalam bahasa Inggris menggunakan 5 W plus H ,” jelas Iptu I Nyoman Subagia.

Baca Juga:  MPP Kota Denpasar Tutup Saat Libur Idul Fitri, Buka Kembali Tanggal 17 Mei

Iptu Subagia menambahkan, adapun 5 W tersebut adalah What , What happen ? Ada apa atau apa yang terjadi? When, Kapankah peristiwa tersebut jadi Time nya agar ditulis, Where, dimanakah, Who , Siapakah, siapa saja yang ada dalam kegiatan atau peristiwa agar ditulis, Why, Mengapa, Mengapa kegiatan itu terjadi atau berlangsung, narasinya berupa reason, atau alasan.

Baca Juga:  Pantau Pos Penyekatan, Dandim Tabanan Ingatkan Protokol Kesehatan¬†

Sedangkan untuk H itu adalah How bagaimana kronologis dari suatu peristiwa, kejadian atau kegiatan tersebut berlangsung hendaknya dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca.

“Melakukan penulisan Berita tidak menggunakan bahasa yang monotone hendaknya suatu berita ditulis dengan bahasa yang menarik para pembaca, namun tidak menghilangkan fakta yang diberitakan dalam penulisannya, Dalam hal ini seorang writer atau penulis harus banyak menguasai kosa kata ataupun sinonim,” pungkas Iptu Nyoman Subagia. (gsd/*KB).