Pembukaan Kembali Pariwisata Tunggu Kebijakan Gubernur

Denpasar Pariwisata
Foto: DTW Tanah Lot.

DENPASAR, Kilasbali.com – Kebijakan untuk membuka kembali pariwisata Bali sesuai dengan tatanan kehidupan Bali era baru, akan disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali.

Kadis Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan, kebijakan ini juga mempertimbangkan angka perkembangan kasus corona virus disease 2019 (Covid-19) di Bali.

Apalagi, kata dia, saat ini angka transmisi lokal sudah melampaui kasus positif dari imported case.

Baca Juga:  Ciptakan Kerumunan, Satpol PP Denpasar Tertibkan Usaha Biliard

Kendatipun demikian, lanjut mantan Kadisperindag ini, wisatawan dari beberapa negara di Eropa telah mengungkapkan kerinduannya untuk merlibur ke Pulau Dewata ini.

“Dari informasi yang saya dengar saat Webminar bapak Wagub Cok Ace, bahwa wisatawan asal Belanda yang ingin datang ke Bali pada bulan Oktober – Desember ini,” ujarnya di Denpasar, Selasa (16/6/2020).

“Kendatipun demikian, kami masih menunggu perintah dari bapak gubernur kapan pariwisata dibuka kembali,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sasaran Fisik TMMD Ke 109 Kodim Badung Rampung 100 Persen

Pihaknya sendiri telah turun memonitor kesiapan beberapa industri pariwista maupun juga tempat wisata, khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan menyongsong tatanan kehidupan Bali era baru.

“Saya lihat terutama hotel telah menerapkannya dengan baik. Mulai dari wisatawan turun dari mobil yang kemudian diukur suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir hingga hand sanitizer yang kesemua itu disiapkan oleh pihak hotel,” tuturnya.

Kendatipun demikian, dalam pantauannya di lapangan, masih ada juga yang perlu ditingkatkan. Seperti di museum yang kesulitan mendapatkan thermogun, dan harganya tergolong mahal hingga mencapai Rp1,5 juta.

Baca Juga:  Jaga Ekosistem, Amerta Tebar Benih Ikan di Tukad Badung

“Mereka juga kesulitan mendapatkannya karena tidak tahu tempat membelinya. Nah inilah yang perlu difasilitasi. Tapi kalau hotel, saya rasa mereka sudah siap semuanya,” pungkasnya.(jus/kb)