Pemilihan Bendesa Keramas Digugat ke PN Gianyar

Gianyar Hukum
Foto/dok; Prosesi Mejaya –jaya prajuru Adat Keramas
  • Pelantikan Bupati Jembrana

  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021

GIANYAR, Kilasbali.com – Meksi sudah dilaksanakan proses mejaya-jaya, turunan SK Pengukuhan dari MDA Bali dipastikan akan bergantung pada Putusan Pengadilan. Karena penolakan dua calon lainnya terhadap hasil keputusan paruman penitia pemilihan Bendesa Keramas ditempuh melalaui meja hijau.

Dinilai ada unsur perbuatan melanggar hukum, pemilihan Bendesa Adat Keramas, Blahbatuh, Gianyar tersebut digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Gianyar.

Dari data yang dihimpun di Pengadilan Negeri Gianyar, gugatan tersebut diajukan oleh Biro Bantuan Hukum Yudistira Association, Nyoman Gde Sudiantara, S.H, I Ketut Rinata, S.H dan Iswahyudi Edy P, S.H, ketiganya merupakan kuasa dari I Gusti Agung Suadnyana, S.Skar dan I Nyoman Kantor Wirawan.

Baca Juga:  Jelang Pelantikan, Jaya Negara dan Agus Arya Wibawa "Mejaya-jaya"

Kedua orang tersebut merupakan calon bendesa keramas. Sementara, pihak tergugat I Nyoman Puja Waisnawa selaku bendesa terpilih dan I Gusti Agung Gde Dharmada, S.H, I Gusti Made Toya dan I Made Arsana sebagai panitia pemilihan.

Humas PN Gianyar, Wawan Edi Prastiyo membenarkan telah menerima laporan perkara gugatan tersebut. Dalam hal ini, PN Gianyar pun telah menunjuk majelis hakim yang akan menyidangkan gugatan ini, yakni Erwin Harlond Palyama, S.H., M.H, Ni Luh Putu Partiwi, S.H., M.H., dan Astrid Anugrah, S.H., M.Kn. “Untuk jadwal sidangnya, nanti kami informasikan,” ujar Wawan.

Hal ini juga dibenarkan oleh kuasa pihak penggugat, Nyoman Gede Sudiantara. Disebutkan, pihaknya mengajukan gugatan ke PN Gianyar, lantaran menemukan perbuatan dugaan pelanggaran hukum dalam pemilihan bendesa tersebut.

Baca Juga:  Sidak di Pemogan, Tim Yustisi Kembali Jaring 4 Pelanggar Prokes PPKM

Hal yang digugat, mulai dari proses perancangan perarem hingga pemilihannya. “Disini kami temukan ada dugaan pelanggaran hukum, nanti kita buktikan di persidangan,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua Panitia Pemilihan Bendesa Keramas, Gusti Made Toya mengatakan jika pihaknya belum mengetahui adanya gugatan tersebut.

Diakuinya jika kedua orang dua calon bendesa, yakni, I Gusti Agung Suadnyana, S.Skar dan I Nyoman Kantor Wirawan sempat mengajukan keberatan, yang ditunjuk pada Majelis Desa Adat (MDA) Bali. “Intinya mereka menolak hasil paruman pemilihan,” tegasnya.

Baca Juga:  Isolasi Mandiri Rentan Penularan, Pemkot Denpasar Lanjutkan Isolasi di Hotel

Disebutkan, penolakan hasil paruman sudah disikapi dan MDA Bali pun menyebutkan tidak ada yang salah dalam pemilihan tersebut. Hanya saja disebutkan jika rekomendasi penetapan bendesa saat ini masih mandeg di MDA Gianyar.

“Panitia sudah mohon rekomendasi, MDA Kabupaten berdalih jika kedua calon itu masih mengajukan keberatan,” pungkasnya. (ina/kb)