Pemkab Gianyar Segera Realisasi 47 Rumah Layak Huni MBR

Gianyar Sosial
Foto/ist: Salah satu lahan milik warga yang akan dibangun rumah

GIANYAR, Kilasbali.com – Gencarnya pembangunan di Gianyar yang bernilai ratusan miliar rupiah rupanya tak mengabaikan keberadaan masyarakat berpenghasikan rendah (MBR) di pedesaan. Tahun ini, Pemkab Gianyar akan merealisasikan 47 unit rumah layak huni untuk MBR dengan nilai Rp 50 juta per unit.

Dari data yang diterima, Kamis (19/8/2021), dari tujuh kecamatan yang ada, paling banyak mendapat bantuan tersebut adalah Kecamatan Ubud dan kecamatan Payangan.

Dengan rincian Kecamatan Ubud 15 unit, dan Payangan 11 unit. Untuk kecamatan lainnya, Gianyar 5 unit, Sukawati 3 unit, Blahbatuh 2 unit, kecamatan Tegalalang 3 unit, dan Tampaksiring 3 unit.

Baca Juga:  Bantu Pakan Kera, Plakat Erick Thohir Tak Ada Nominal

“Untuk dua kecamatan ini, Ubud dan Payangan masuk tander, karena nilainya diatas Rp 200 juta,” ungkap Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, I Gusti Ngurah Swastika.

Lanjutnya, untuk kecamatan Payangan pagu dananya Rp 330 juta, di Kecamatan Ubud pagu dananya Rp 550 juta. Satu unit rumah nilainya Rp 55 juta.

“Kecamatan lain kita tidak pakai tander, karena nilainya di bawah 200, saat ini tander sedang berlangsung,” ujarnya.

Baca Juga:  Antari Jaya Negara Semangati Disabilitas Ikut Vaksinasi

Sementara itu, sumber anggarannya berasal dari dana Dana Insentif Daerah (DID). Dana ini diberikan oleh pemerintah pusat atas kenerja baik yang dilakukan oleh pemkab selama ini,

“Total anggaranya keseluruhannya Rp 2, 365 miliar tidak berasal dari APBD tapi dari DID, yang diberikan pusat atas penghargaan kinerja Pemkab Gianyar,” ungkap Suwastika.

Terkait gambaran rumah yang akan di terima warga, kata Suwastika, luas bangunannya 4 x 6 meter dengan 2 kamar tidur dan 1 teras.

Baca Juga:  Putri Koster Minta IKM-UMKM Jaga Kualitas Supaya Mampu Bersaing

Dengan anggaran Rp 55 juta, tidak bisa sampai proses finishing, seperti pemasangan lantai kramik.

“Ini tidak ada rehab, semua bedah. Rumah yang di bangun sudah siap huni. Hanya saja dengan pagu dana itu, hanya 1 kamar tidur yang bisa di keramik,” ungkapnya. (ina/kb)